NU, TNI, Polri, dan Tokoh Masyarakat

Sepakat Tolak People Power

BERI ARAHAN: Bupati Salwa Arifin saat memberi arahan dalam acara buka puasa bersama di Kantor PCNU Bondowoso

BONDOWOSO RADAR JEMBER.ID – Keluarga Besar PCNU Bondowoso menggelar buka bersama. Menariknya, para tokoh juga ikut hadir. Di antaranya Bupati KH Salwa Arifin, Kapolres AKBP Febriansyah, Dandim 0822 Letkol Inf Tarmuji, Ketua MUI KH Asyari Fasha, Ketua DPRD H Tohari, dan sejumlah tokoh lain. Dalam forum buka bersama itu, semua tokoh menolak adanya people power.

IKLAN

Bupati Salwa Arifin mengatakan, jangan sampai terpancing dengan gerakan melawan pemerintah. NU harus terus menggelorakan gerakan cinta NKRI. Tak hanya itu, NU juga harus tampil membentengi masyarakat agar tetap menjaga persatuan dan kesatuan. “Jangan menebar fitnah-fitnah, apalagi di bulan Ramadan,” jelas bupati dalam sambutannya.

Kapolres AKBP Febriansyah mengatakan, NU merupakan organisasi yang sangat kuat. Selain itu, terbukti menjadi organisasi yang betul-betul pro NKRI. Sebab, menurut kapolres, selama dirinya lahir sampai saat ini, tidak pernah mendengar ketidakjelasan NU.

Menurut dia, semua yang dilakukan NU jelas dan positif. Maka dari itu, dirinya berharap kepada seluruh warga NU untuk terlibat dalam mengantisipasi efek buruk dari kondisi seperti sekarang ini. “Yang sudah bisa kita lihat dan kita baca bersama, bahwasannya banyak sekali yang akan melakukan kegiatan di luar dugaan kita. Maka harus ada antisipasi,” katanya.

Kegiatan yang dimaksud kapolres adalah kegiatan yang mengingkari kedaulatan rakyat. Selama ini, kata dia, banyak kalangan yang menyatakan bahwa akan ada people power yang dilakukan di KPU Jakarta. Selama ini, pihaknya berupaya keras mengimbau, menentang, menghadang, dan meminimalisasi. “Agar jangan sampai sahabat-sahabat yang tidak tahu dan tidak mengerti terhasut dengan ajakan people power,” tegasnya.

Mereka yang terhasut bisa dianggap ikut kegiatan makar yang nantinya bisa berurusan dengan hukum. Hal itu tentunya tak diinginkan. Sebab, selama ini sudah ada wadahnya untuk menyalurkan aspirasi. Bahkan, ketika ada bukti kecurangan, juga sudah ada wadahnya. Mulai dari Bawaslu sampai Mahkamah Konstitusi. “Karenanya, mari mengimbau untuk aman. Tidak usah melakukan kegiatan seperti itu. Tidak ada gunanya. Toh semuanya sudah berjalan sesuai aturan,” paparnya.

Sementara itu, Dandim 0822 Letkol Inf Tarmuji meminta, seluruh masyarakat harus terus memupuk cinta tanah air dan bangsa. Sebab, cinta tanah air dan bangsa ini sudah ditanamkan jauh sebelum generasi saat ini lahir. Menurutnya, ulama-ulama juga telah mengajarkan bahwa cinta tanah air adalah sebagian dari iman. “Cinta itu tentu bukan hanya kata-kata, namun sampai ke akar-akarnya,” ujarnya.

Bentuk cinta itu, sambung Tarmuji, di antaranya tidak mencederai persaudaraan, tidak mencederai ukhuwah. Sebab, jika ikatan itu cedera, maka sama halnya mencederai bangsa dan negara. Dia juga mengimbau, bentuk cinta itu adalah turut serta menjaga kekondusifan, menjaga keamanan, dan menjaga stabilitas nasional. “Isu yang berkembang, namun itu berdampak pada tidak baiknya persaudaraan di antara kita, maka jangan diikuti. Kita harus bisa memfilter isu-isu tersebut,” pungkasnya. (*)

Reporter : Solikhul Huda

Fotografer : Solikhul Huda

Editor : Mahrus Sholih