Punya Tiga Program Rutin sampai Bentuk Legalitas Badan Hukum

Komunitas Mari Berbagi Jember (KMBJ), Jiwa Sosial dari Ibu-Ibu yang Ingin Bersedekah

Sudah empat tahun berjalan, ibu-ibu anggota Komunitas Mari Berbagi Jember (KMBJ) menggelar aksi sosial membagikan nasi bungkus gratis kepada kaum duafa. Tak jarang, mereka berbagi ke pelosok desa.

JIWA SOSIAL: Ibu-ibu anggota Komunitas Mari Berbagi Jember (KMBJ) rutin mengadakan kegiatan sosial saling berbagi.

RADAR JEMBER.ID – Datang dari berbagai latar belakang, ibu-ibu yang tergabung di Komunitas Mari Berbagi Jember (KMBJ) memiliki jiwa sosial cukup tinggi dengan berbagi ke sesama. Kegiatan sosial mereka bisa dibilang tak luput dari tujuan awalnya, berbagi ke kaum duafa.

IKLAN

KMBJ sudah berjalan tahun keempat. Anggotanya pun sudah cukup banyak. Tak hanya ibu rumah tangga saja, tetapi seperti guru sampai pegawai rumah sakit pun bergabung dengan mereka.

“Awalnya ini kegiatan pribadi. Kebetulan saya penggagasnya di awal tahun 2015 dulu. Karena saya ingin bersedekah dimulai dari hal yang sederhana,” tutur Siti Dwiana Atmawati, Founder KMBJ.

Kegiatan sederhana tersebut di awal setiap hari Jumat. Saat memasak untuk keluarganya sendiri, dia melebihkan jatah nasinya. Kemudian, diberikan ke para tukang becak.

“Awalnya sepuluh sampai 20 bungkus. Lama-kelamaan ada teman yang ingin ikut nitip. Hingga mencapai 50 sampai 100 nasi bungkus,” katanya, kepada Jawa Pos Radar Jember.

Dari kegiatan rutin itulah, banyak temannya yang berminat bergabung untuk melakukan aksi serupa. “Terus kalau ada yang nitip, uangnya bisa transfer ke rekening pribadi. Tapi, kok rasanya kurang pas ya kalau pakai rekening pribadi,” ungkap perempuan yang akrab disapa Wiwin ini.

Masih lanjut Wiwin, akhirnya dia bersama rekan-rekannya membentuk komunitas ini sekaligus mengurus legalitasnya ke badan hukum sejak tahun 2015 akhir. “Kami ingin bersedekah. Kebetulan anggota ibu-ibu bukan hanya satu kelompok saja. Tetapi, banyak dari beberapa kalangan. Mereka ngajak temannya juga, sampai akhirnya jadi satu di KMBJ ini,” imbuhnya.

Sambil berjalan, KMBJ terus membuat program aksi sosialnya itu. Seakan terus ingin berbagi kepada masyarakat Jember, sampai saat ini KMBJ memiliki tiga program berbagi.

Pertama, setiap hari Jumat ada warung sedekah. Warung tersebut terbagi menjadi dua lokasi. Lokasi pertama di sekitaran Jalan Trunojoyo. “Di sana kami buka rombong, masakannya ditata rapi seperti warung. Dan orang duafanya datang ke sana makan gratis, mau pakai lauk apa,” ujarnya, kemudian tertawa kecil.

Lokasi kedua, agar pembagian nasi bungkusnya lebih merata. Pihaknya juga tak jarang ke beberapa titik lokasi keramaian. “Kadang kita membagikannya ke TPA Pakusari, pasar, dan terminal. Jadi, dibuat selang-seling saja. Kalau misalnya minggu ini on the road, minggu depannya kami stay saja,” imbuhnya.

Kegiatan yang kedua diberi nama Gerakan Seribu Kue. Dalam kegiatan tersebut, ibu-ibu KMBJ ini membagikan sekitar seribu kue kepada jamaah Salat Jumat. “Tapi biasanya kami bagikan setiap sebulan sekali, di Jumat Legi saja,” jelas Wiwin.

Selanjutnya, program ketiga mereka namai Berbagi Happy. Kegiatan tersebut lebih banyak mengarah ke bakti sosial. “Biasanya terjun langsung ke desa-desa. Kemarin kami sudah ke Semboro dan Sumberjambe,” paparnya.

Kalau bulan puasa seperti ini, KMBJ juga tak luput dari aksi berbagi takjil gratis. Seperti yang mereka gelar dalam acara Jember Obral Gede (Joged Ramadan) di depan kantor Radarjember.id, Kamis (9/5) lalu.

“Kegiatan puasa bagi-bagi takjil gratis kepada pengendara jalan. Juga berbagi bingkisan ke para duafa dan bukan bersama. Kemudian, juga berbagi santunan serta parsel,” kata Wiwin.

Tahun ini, agenda besar KMBJ akan menggelar berbagi kebersamaan dengan para tukang becak Jember. Kegiatan itu akan dilaksanakan di Hotel Aston. “Kebetulan kami juga kerja sama dengan Hotel Aston,” pungkasnya. (*)

Reporter : Muchammad Ainul Budi

Fotografer : Muchammad Ainul Budi

Editor : Hadi Sumarsono