Jember Tolak People Power

LESU: Beberapa peserta upacara yang berada di barisan belakang malah duduk saat upacara Hari Kebangkitan Nasional di Alun-Alun Jember

RADAR JEMBER.ID – Peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-111 mengangkat tema Bangkit untuk Bersatu, kemarin (20/5). Upacara yang digelar di Alun-Alun Jember itu pun diikuti sejumlah elemen, baik pemerintah maupun organisasi masyarakat.

IKLAN

Upacara yang digelar bertepatan dengan bulan puasa tersebut tak mematahkan semangat para peserta upacara. Tak heran, beberapa peserta terlihat duduk-duduk saat upacara berlangsung. Meski demikian, upacara Harkitnas yang dipimpin Wabup Jember KH Muqit Arief tersebut berjalan lancar dan baik.

Wabup Muqit mengatakan, Harkitnas dengan mengangkat tema ‘Bersatu untuk Bangkit’ sangat pas dilakukan kali ini. Apalagi, Jember dan Indonesia pada umumnya baru saja melaksanakan pemilihan presiden dan pileg. Dengan tema itu, diharapkan masyarakat Indonesia bisa utuh kembali.

“Bangkit untuk Bersatu ini tema yang sangat tepat. Setelah pemilu kemarin, sekarang kita merajut kebersamaan lagi bersatu kembali memikirkan hal yang lebih besar untuk negara dan bangsa,” katanya.

Berkaitan dengan hal-hal yang masih tersisa usai pemilu, Wabup Muqit meminta agar seluruh masyarakat mematuhi hukum yang ada serta menghormati hasil pemilu. Menurutnya, pemilu yang telah berlangsung pada 17 April 2019 lalu juga sudah diawasi oleh banyak pihak. Bukan hanya Bawaslu, tetapi semua elemen masyarakat juga ikut mengawalnya. Untuk itu, segala perselisihan diharapkan agar ditempuh dengan jalur hukum.

Pihaknya juga mengimbau agar masyarakat tidak melakukan kegiatan-kegiatan yang dapat memecah belah bangsa. Muqit juga meminta agar semua pihak tidak mengikuti ajakan yang dapat menimbulkan permusuhan.

“Kalau ada ajakan yang mengurus pada perpecahan, permusuhan, distorsi-distorsi kehidupan berbangsa negara, jangan diikuti. Bahwa populernya sekarang people power. Masyarakat jangan sampai terpancing atau terkecoh karena itu tidak akan membawa sesuatu yang produktif bagi bangsa,” ujarnya.

Muqit menegaskan, apabila masyarakat benar-benar cinta kepada negeri ini, maka tak akan mungkin berkegiatan yang menimbulkan perpecahan. Dia juga menyebut, orang yang melakukan kegiatan memecah belah bangsa merupakan pengkhianat negeri ini. “Justru kalau itu dilakukan, kita akan mengkhianati para pahlawan yang mendirikan bangsa ini,” tegasnya.

Sementara itu, disinggung terkait adakah warga Jember yang berangkat ke Jakarta untuk turun jalan di tanggal 22 Mei, Wabup Muqit menyebut dimungkinkan ada, tetapi jumlahnya hanya satu dua orang. “Berdasar informasi, mungkin ada satu-dua orang. Sekarang dalam upaya pendekatan dari kepolisian,” pungkasnya. (*)

Reporter : Nur Hariri

Fotografer : Dwi Siswanto

Editor : Hadi Sumarsono