Awak Media pun Punya Peran Penting

Kapolres Semprotkan Disinfektan di Jawa Pos Radar Jember 

TANGKAL KORONA: Kapolres Jember AKBP Aris Supriyono (kiri), Direktur Radar Jember Abdul Choliq Baya (kanan), bersama Pasukan Penghalau Corona melakukan penyemprotan cairan disinfektan di kantor Jawa Pos Radar Jember, kemarin (20/3).

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Upaya untuk mempersempit penyebaran virus korona terus dilakukan oleh Kepolisian Jember serta Pasukan Penghalau Corona (PPC). Setelah beberapa lembaga pendidikan disemprotkan cairan disinfektan, kemarin (20/3) giliran Kantor Jawa Pos Radar Jember yang disterilkan dengan disinfektan.

IKLAN

Sekitar pukul 10.00, penyemprotan disinfektan tersebut langsung dipimpin Kapolres Jember AKBP Aris Supriyono. “Cairan ini tidak berbahaya, aman. Tidak seperti semprotan nyamuk,” ujar Aris, sebelum melakukan penyemprotan.

Didampingi anggota PPC, Aris bersama Direktur Radar Jember Abdul Choliq Baya dan General Manager Radar Jember MS Rasyid juga ikut melakukan penyemprotan. Dimulai dari pintu masuk, ruang tunggu, hingga ruang redaksi sebagai dapur penulisan berita Jawa Pos Radar Jember.  Bagian ruangan yang kerap disentuh seperti handle pintu, mouse komputer, hingga absensi sidik jari pun tak luput dari penyemprotan tersebut. Bahkan, Kapolres sebagai koordinator PPC memberikan alat penyemprotan disinfektan kepada Jawa Pos Radar Jember.

Dia mengatakan, awak media itu berperan penting dalam masyarakat, seperti polisi. Saat orang-orang lainnya menghindar, mereka mendekat. Termasuk ada hal-hal genting seperti korona ini, mereka juga berperan sama dengan petugas lainnya seperti kepolisian. Oleh karena itu, kata Aris, tempat mereka bekerja juga harus steril dan terhindar dari virus.

Dalam penyemprotan disinfektan di Radar Jember itu juga hadir Wakapolres Jember Kompol Windy Syaputra, Kasatlantas AKP Mohamad Ardi Wibowo, Kapolsek Kaliwates Kompol Edi Sudarto, dan Kanit Provost Iptu Idham.

Semangat membentuk kesadaran masyarakat terhadap ancaman bahaya virus itu mulai ada sejak kemunculan korona di Wuhan, Tiongkok. Ditambah lagi saat pertama kali Indonesia mengumumkan warganya ada yang positif korona. Puncaknya, saat sekolah mulai diliburkan dan diganti pembelajaran daring mulai Senin (16/3) lalu.

Memakai peralatan sederhana dari perlengkapan kebersihan peternakan ayam, PPC yang dinakhodai Kapolres Jember langsung menyasar lembaga pendidikan. Universitas Muhammadiyah Jember (UMJ), Sekolah Pelita Hati, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Jember, dan pondok pesantren juga tak luput dari penyemprotan tersebut.

Aris bersama Kajari Jember Prima Idwan Mariza dan Arum Sabil sengaja mengawali langkah di lembaga pendidikan, karena di lokasi itu setiap hari selalu ada lalu lalang orang. “Bahkan, sebelum pembelajaran daring dilakukan, kampus adalah kegiatan pembelajaran yang banyak menyedot orang untuk berkumpul,” ujarnya.

Selama penyemprotan, Aris juga kerap menerangkan bahwa cairan disinfektan itu aman dan sangat berbeda dengan penyemprotan nyamuk seperti fogging untuk DBD. “Kalau semprotan nyamuk itu sifatnya membunuh, jadi tidak aman untuk dihirup. Sementara, untuk disinfektan sifatnya mensterilkan saja,” jelasnya.

Pihaknya memberikan contoh langsung bagaimana berinteraksi dengan teman yang aman. Bahkan, saat berjumpa dengan rektor UMJ dan Direktur Jawa Pos Radar Jember pun, dia tidak bersalaman dengan tangan, melainkan menggunakan siku.

Reporter : Dwi Siswanto

Fotografer : Dwi Siswanto

Editor : Lintang Anis Bena Kinanti