Sisir Rumah-Rumah Ibu Hamil

Polisi Buru Pembuang dan Pembakar Bayi

MISTERIUS: Petugas usai mengevakuasi dan membawa mayat bayi yang terbakar.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Kasus penemuan mayat bayi dengan kondisi terbakar masih menjadi teka-teki. Hingga kemarin, polisi belum berhasil menyimpulkan siapa pelaku dan apa yang menjadi motifnya sampai tega membuang orok yang baru dilahirkan tersebut. Kendati begitu, aparat tak mau menyerah. Bekerja sama dengan sejumlah pemerintah desa, mereka mendatangi ibu hamil di beberapa desa sekitar lokasi peristiwa.

Kepada Jawa Pos Radar Jember, Penjabat Sementara (PS) Kepala Unit Reserse Kriminal Polsek Kalisat Aipda Abdul Harus Nasution mengatakan, malam itu juga, pascapenemuan jasad bayi terbakar di Dusun Kramat, Desa Sebanen, Kecamatan Kalisat, pihaknya langsung mendatangi rumah ibu-ibu yang diketahui hamil. Petugas diantar perangkat desa setempat. “Setelah kami datangi, ternyata warga atau ibu yang lagi hamil masih belum melahirkan,” ujarnya.

Sejauh ini, pihaknya masih memanggil saksi yang kali pertama menemukan bayi. Tapi berdasarkan beberapa bukti dan keterangan saksi, dugaan sementara pelaku membakar bayi yang diduga hasil hubungan gelap itu pada malam hari. “Karena saat saksi yang pertama kali menemukan, api sudah padam,” kata Haris.

Polisi juga menengarai, bayi tersebut baru dilahirkan. Sebab, di lokasi kejadian, juga ditemukan plasenta atau ari-ari yang masih melekat di tubuh bayi. “Jadi, dari bentuk fisiknya, menurut keterangan dokter rumah sakit (RSD Kalisat, Red) bayi yang dibakar itu umur kandungannya sudah sembilan bulan,” terangnya.

Namun, polisi belum bisa menyimpulkan apakah kondisi bayi itu dibakar dalam kondisi hidup atau sudah meninggal. Untuk menguak hal itu, pihaknya masih melakukan penyelidikan lanjutan dan menunggu hasil otopsi dari rumah sakit. “Kami belum bisa memastikan. Karena perlu otopsi lanjutan,” paparnya.

Diberitakan sebelumnya, Totok, pencari pasir sungai di Dusun Kramat, Desa Sebanen, Kalisat, menemukan jasad bayi yang sudah terbakar di pinggir sungai. Pria 45 tahun ini kemudian melaporkan penemuan itu ke perangkat desa setempat dan diteruskan ke Polsek Kalisat.

Saat ditemukan, tubuh bayi itu terbungkus kain dengan beberapa potongan bambu dan pelepah kelapa di atasnya. Semuanya dalam keadaan gosong. “Doakan saja semoga pelakunya cepat tertangkap,” pungkas Haris.

Editor: Mahrus Sholih
Reporter: Jumai
Fotografer: Jumai