Mulai Besok, Pasokan Premium Dikurangi

MASIH SEPI: Jalur layanan khusus premium di SPBU Jubung, Sukorambi, tampak tak ada pembeli. Jalur ini biasanya hanya bukan dan beroperasi pada jam-jam tertentu, terutama malam hari.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Rencana pengurangan bahan bakar berjenis premium serentak di berbagai daerah bakal segera diberlakukan pada semua stasiun pengisian bahan bakar (SPBU) di Jember. Ini menindaklanjuti rekomendasi Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) RI agar penggunaan bahan bakar jenis premium dibatasi untuk mengurangi pencemaran lingkungan.

Ketua Dewan Pimpinan Cabang Himpunan Swasta Nasional Minyak Bumi dan Gas (DPC Hiswana Migas) Daerah Besuki Soepratigto mengatakan, sebenarnya kebijakan itu sudah mulai diberlakukan sejak beberapa pekan lalu pada semua SPBU di berbagai daerah. Sementara, di daerah Tapal Kuda sendiri, lanjut dia, sudah mengawali sejak beberapa hari kemarin.

Dia menjelaskan, seperti Banyuwangi sudah diberlakukan sejak 8 November lalu, sementara Lumajang sejak 15 November. “Sedangkan untuk Jember, akan berlaku mulai 21 November (besok, Red) berbarengan dengan Kabupaten Bondowoso,” katanya saat dikonfirmasi Jawa Pos Radar Jember, kemarin (19/11).

Meski ada pengurangan, kata dia, sejatinya keberadaan premium sudah cukup lama ada pembatasan. Bahkan sudah beberapa tahun belakangan. “Hanya saja, pembatasan yang berlaku kali ini agar masyarakat bisa mulai beralih menggunakan bahan bakar pertalite,” terangnya.

Sementara itu, merespons pembatasan jatah premium, sejumlah konsumen mengaku biasa saja. Sebab, selama ini di sejumlah SPBU yang menyediakan premium, pembeli sebagian besar adalah mereka para pengecer. Konsumen langsung justru tak kebagian. “Selama ini premium banyak diburu pengecer untuk dijual lagi. Jadi, kalau ingin premium, belinya di pengecer. Karena beli di SPBU harus antre lama,” ungkap Rofiki, warga Desa Kemuning Lor, Panti, saat melakukan pengisian bahan bakar di SPBU Jubung.

Sementara, di pihak pengecer premium, mereka mengakui, premium tidak bisa sewaktu-waktu dikulak seperti pertalite atau pertamax. Misalnya di SPBU Jubung. Di SPBU ini biasanya premium datang pada malam hari, atau sekitar pukul 22.00 WIB ke atas. “Premium itu datangnya malam hari. Jadi, hanya di waktu itu pengecer bisa kulak,” ujar Wasis, salah seorang penjual bensin eceran jenis premium asal Desa Gumelar, Balung.

Sebenarnya, tak sedikit dari para pengecer atau konsumen yang berharap agar premium tidak dibatasi. Sebab, mereka menilai, selisih harga antara premium dengan harga bahan bakar lainnya lumayan banyak. Harga premium jauh lebih murah. Hingga berita ini ditulis, kemarin, informasinya premium hanya akan disediakan di dua SPBU. Yaitu SPBU Jubung, Sukorambi, dan di SPBU Padomasan, Jombang.

Editor: Mahrus Sholih
Reporter: Maulana
Fotografer: Maulana