Sumpah DPRD Dipandu Ketua PN Jember

Selamat Datang Wakil Rakyat

Tinggal sehari lagi, 50 Anggota DPRD Jember periode 2019-2024 dikukuhkan. Sebanyak 29 orang adalah wajah baru, sisanya merupakan orang lama yang terpilih kembali. Tentu ada harapan besar yang dititipkan rakyat di pundak mereka untuk menjadikan Jember lebih baik. Sampaikan harapan Anda melalui Jawa Pos Radar Jember lewat WA 0822-5719-5919.

LENGANG: Suasana sepi gedung DPRD Jember seperti ini kerap terjadi. Seusai pelantikan besok (21/8), ke depan mungkin akan ramai lagi.

RADAR JEMBER.ID – Sebentar lagi, para pemenang pemilu legislatif yang bertanding 17 April 2019 lalu resmi menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Jember. Sebanyak 50 orang yang terpilih tersebut rencananya akan dilantik, Rabu (21/8) besok.

IKLAN

Staf Humas dan Perundang-undangan DPRD Jember Yoyon Hadinata mengatakan, prosesi pelantikan calon anggota DPRD untuk periode 2019-2024 akan digelar pukul 10.00 hingga selesai. “Hari ini kami melakukan persiapan, seperti mengirim undangan serta persiapan yang lain,” katanya, kemarin (19/8).

Prosesi pelantikan, menurut Yoyon, akan dilakukan secara steril. Untuk itu, ada pembatasan undangan, termasuk undangan kepada keluarga pengantar dari calon anggota DPRD yang akan dilantik. Kata dia, selain undangan kepada forpimda, undangan juga untuk keluarga calon anggota DPRD, meski dibatasi empat orang. “Bisa siapa saja yang datang, mau orang tuanya, suami atau istrinya, kakak atau adiknya. Tapi yang jelas, paling banyak membawa empat orang,” ujarnya.

Prosesi pengambilan sumpah jabatan untuk 50 calon anggota DPRD, Yoyon mengungkapkan, rencananya akan dibuka pukul 10.00. Dia menyebut, sumpah jabatan itu akan dipandu oleh Ketua Pengadilan Negeri (PN) Jember Setyanto Hermawan. “Harapannya bisa berjalan lancar,” tuturnya.

Terkait persiapan pelantikan para calon, Yoyon mengaku, secara umum sudah siap seluruhnya. Hanya saja, hingga berita ini ditulis kemarin, panitia pelantikan masih menunggu surat keputusan (SK) pelantikan dari Gubernur Jawa Timur.

Dia menambahkan, selain mereka yang berkepentingan, dilarang masuk ke Gedung DPRD Jember. Hal itu dilakukan agar pelaksanaannya benar-benar steril dan tidak ada hambatan. “Khusus wartawan, harus menunjukkan kartu pers, kemudian akan ditukar dengan id card,” pungkas Yoyon.

Menanggapi rencana pengukuhan anggota DPRD, Ketua Program Studi Magister Ilmu Administrasi FISIP Universitas Jember Rachmat Hidayat mengatakan, dalam pergantian periode di DPRD Jember, perlu ada semacam evaluasi agar kinerja ke depan semakin lebih baik.

Sebagai tolok ukur termudah, kata dia, yaitu dengan mengetahui jumlah produk peraturan daerah yang diinisiasi oleh anggota DPRD. “Dalam hal ini dapat diukur berapa banyak jumlah perda yang diinisiasi DPRD. Dengan begitu, ke depan harus bisa membuat lebih baik lagi,” katanya.

Bukan hanya pada fungsi legislasinya, akan tetapi fungsi lain seperti anggaran serta fungsi pengawasan juga patut untuk terus diperbaiki. Dikatakannya, fungsi pengawasan yang selama ini dilakukan seperti belum membentuk platform, sehingga proses penyelesaiannya pun masih terkesan kurang jelas. “Untuk itu, perlu platform pengawasan dari DPRD yang lebih tertata lagi,” jelasnya.

Selain tugas dan fungsi DPRD, Rachmat menegaskan, ada hal yang patut untuk dikerjakan oleh para anggota legislatif yang akan dilantik besok. Yaitu menunaikan janji-janji manis politik saat mereka melakukan kampanye. Janji-janji itu setidaknya bisa dijalankan melalui fraksi-fraksi atau gabungan fraksi. “Setiap partai politik termasuk para caleg kan punya janji, sehingga itu juga patut diwujudkan. Apa saja yang mereka janjikan, maka harus dibuktikan,” tegasnya.

Adanya evaluasi pada kerja DPRD yang hari ini masa baktinya habis, dia menambahkan, maka anggota DPRD untuk periode lima tahun ke depan bisa menjalankan tugasnya dengan lebih baik lagi. Paling tidak, bila ada kekurangan kinerja DPRD yang lalu, maka akan bisa menjadi cacatan bagi anggota DPRD berikutnya agar bekerja lebih tepat dalam melaksanakan tiga fungsi utama, yaitu legislasi, anggaran, serta pengawasan. (*)

Reporter : Nur Hariri

Fotografer : Dwi Siswanto

Editor : Lintang Anis Bena Kinanti