Hari Ini Tenggat Pengumpulan Lomba Videografi

SIAP TAMPIL LAGI: Penampilan salah satu band yang ikut dalam Festival Band Akustik GNNT-BI di Lippo Plaza, kemarin. Peserta yang lolos wajib mengikuti technical meeting di kantor Jawa Pos Radar Jember, besok (21/8).

RADAR JEMBER.ID – Festival Band Akustik Cashless Attack Gerakan Nasional Non Tunai Bank Indonesia (GNNT-BI) berlangsung meriah. Acara yang digelar di Lippo Plaza Jember tersebut bekerja sama dengan media cetak arus utama Jawa Pos Radar Jember.

IKLAN

Total ada 15 band dari kalangan pelajar SMA sederajat yang mengikuti festival itu. Mereka menyuguhkan penampilan terbaiknya. Namun, dalam perhelatan itu, hanya 10 band terbaik yang bisa melaju ke tahap selanjutnya. Yakni, grand final GNNT-BI pada 25 Agustus mendatang di Roxy Mall Jember.

Peserta yang lolos tersebut wajib mengikuti pertemuan teknis alias technical meeting (TM) sebelum tampil di grand final nanti. Sepuluh band yang lolos adalah Black Eye, Trinity, Classico, The Nevo, Acous Band, Exotic, Ferma Z’Coustik, The Seri Band, Sky, dan Papermint. “TM digelar di kantor Jawa Pos Radar Jember di Jalan A Yani Nomor 99, Rabu (21/8) besok, pukul 16.00 sore,” tutur Reza Oki Arjiansyah, panitia Festival Band Akustik.

Selain festival band akustik, juga ada dua lomba dari GNNT-BI di bulan ini. Yakni pemilihan Duta GNNT-BI yang beberapa waktu lalu sudah menggelar tes tulis, serta lomba videografi Instagram. Untuk lomba videografi Instagram, tenggat akhir pengumpulan karya videonya diperpanjang hingga hari ini (20/8). “Syaratnya, karya video yang diikutkan dalam lomba belum pernah dipublikasikan atau dikirimkan ke lomba video lainnya,” jelas Pradini Anjar Agustin, panitia lomba videografi.

Peserta lomba videografi, kata dia, juga harus dari kalangan pelajar SMA sederajat. Lomba video bertemakan GNNT ini bisa menggunakan salah satu dari tiga bahasa, bahasa Indonesia, asing, maupun daerah. Jika menggunakan bahasa asing atau daerah, diwajibkan menyertakan subtitle atau terjemahan dalam bahasa Indonesia. “Setiap peserta hanya boleh mengumpulkan satu karya videografi,” imbuh Pradini.

Selain itu, dia menambahkan, video tak boleh mengandung unsur yang bertentangan dengan perundang-undangan, kesusilaan, moral, mistik, dan menyinggung SARA (suku, agama, ras, dan antargolongan), serta unsur kekerasan. “Juga tidak mengandung unsur pornografi dan kampanye politik,” tandasnya. (*)

Reporter : Muchammad Ainul Budi

Fotografer : Muchammad Ainul Budi

Editor : Mahrus Sholih