Salah Asuh Bisa Picu Balita Tumbuh Kerdil

BANTU PEMERINTAH: Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Jember ikut terpanggil menangani permasalahan stunting.

RADARJEMBER.ID, JEMBER- Gagal tumbuh pada anak berakibat anak terlalu pendek atau kerdil (stunting). Kondisi ini salah satunya disebabkan oleh kekurangan gizi kronis saat berada di kandungan dan awal kelahiran.

IKLAN

Penanganan stunting tidak saja menjadi tanggung jawab pemerintah, namun peran masyarakat termasuk perguruan tinggi juga perlu dilibatkan. Seperti yang dilakukan Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Jember (Unej).

Selama ini, FKM Unej aktif melakukan sosialisasi stunting dan turun ke desa-desa. Beberapa waktu lalu, FKM terjun di Desa Sumberwringin, Kecamatan Sumberwringin, Kabupaten Bondowoso.

Dewi Rohma, Dosen FKM Unej mengungkapkan, pertumbuhan anak akan terlihat manakala anak memasuki usia 2 tahun. Untuk itu, perlu diwaspadai seribu hari pertama kehidupan (HPK), karena gizi buruk bukan satu-satunya pemicu utama terhambatnya pertumbuhan anak.

Praktik pengasuhan tidak baik juga membuka peluang timbulnya stunting karena kurangnya pengetahuan tentang kesehatan dan gizi sebelum dan semasa kehamilan. “Terbatasnya layanan kesehatan, kurangnya akses ke makanan bergizi serta minimnya akses air bersih dan sanitasi memberikan kontribusi anak memiliki tinggi badan tidak wajar,” imbuhnya.

Padahal, kata dia, stunting tak hanya berdampak terhadap pertumbuhan fisik semata, tapi juga kecerdasan anak, daya tahan tubuh terhadap penyakit, menurunkan produktifitas dan memengaruhi pertumbuhan ekonomi suatu negara dan bepotensi meningkatkan angka kemiskinan. (*)

Reporter : Winardyasto

Fotografer : Winardyasto

Editor : Mahrus Sholih