Hindari Tabrakan, Terperosok di Gumitir

TERPEROSOK: Truk gandeng P 8726 QB yang penuh dengan muatan beras terperosok di selokan dan ‘bersandar’ di tebing Gunung Gumitir, Dusun Gumitir, Desa Sidomulyo, Silo.

RADAR JEMBER.ID – Gara-gara menghindari tabrakan dengan truk pikap pengangkut cabai, sebuah truk gandeng dengan nopol P 8726 QB terperosok ke selokan yang cukup dalam di Dusun Gumitir, Desa Sidomulyo, Silo, Rabu (17/7) malam. Akibatnya, truk pengangkut beras itu terpaksa ‘bersandar’ di tebing Gunung Gumitir, tepatnya di KM 37.

IKLAN

Sebelumnya, truk gandeng yang dikendarai Slamet, 50, warga Dusun Krajan RT 002/RW 001, Desa Dadapan, Kecamatan Kabat, Banyuwangi, melaju dengan kecepatan sedang. Setiba di jalan yang menikung dan menanjak, tiba-tiba muncul pikap dari arah berlawanan dengan kecepatan tinggi.

Bermaksud menghindari kecelakaan, Slamet langsung banting setir ke kiri. Nahas, rupanya di jalur menikung itu terdapat selokan yang cukup dalam. Ban kiri truk tersebut langsung masuk ke dalam selokan. “Apalagi di jalur Gumitir ada pengaspalan jalan, sehingga banyak sopir dari arah Banyuwangi berkendara terlalu ke kanan karena ada mesin pengaspal jalan,” terang Kanitlantas Polsek Silo Ipda Suparman.

Karena kejadian tersebut, truk yang mengangkut puluhan ton beras itu sama sekali tidak bisa bergerak, akibat ban depan dan belakang sisi kiri masuk ke selokan. Beruntung, posisi badan dan gandeng truk tidak sampai mengganggu pengendara dari kedua arah. “Untuk mengevakuasi truk gandeng tersebut, sebagian beras langsung dipindahkan ke truk lain,” imbuh Suparman.

Menurutnya, hampir sepekan ini banyak kecelakaan yang terjadi di sepanjang jalur Gumitir. Tidak hanya yang melibatkan dua kendaraan atau lebih, namun juga karena kondisi kendaraan yang kurang laik jalan dan kendaraan yang remnya blong. Belum lagi kondisi jalur yang berkabut ketika turun hujan. “Untuk itu, kami imbau, ketika memasuki Gunung Gumitir, pengendara harus meningkatkan konsentrasi dan kehati-hatiannya,” pungkasnya. (*)

Reporter : Jumai

Fotografer : Jumai

Editor : Lintang Anis Bena Kinanti