Tegaskan Protokol Kesehatan Tetap Ketat

Mulai Boleh Buka Malam

DITOTRUNAN, RADARJEMBER.ID – Belum juga hilang kekhawatiran pandemi virus korona yang berlebihan, Lumajang memilih untuk mulai melonggarkan aktivitas perekonomian masyarakat. Hal ini tampak dari dibukanya pusat perbelanjaan yang mulai diserbu banyak orang. Kegiatan masyarakat mulai diizinkan sampai malam hari. Padahal sebelumnya aturan jam malam sangat ketat, terlebih pada sektor ekonomi.

IKLAN

Sebelumnya kegiatan operasional toko ritel baik tradisional maupun modern dibatasi hanya sampai pukul 16.00. Bahkan jika didapati aktivitas yang mengundang keramaian petugas tak segan-segan melakukan penindakan. Mulai dark memberikan peringatan hingga melakukan penutupan paksa jika tak mengindahkan.

Namun, setelah kunjungan di salah satu pusat perbelanjaan akhir pekan kemarin membeludak, kebijakan tersebut diubah. Bupati Thoriqul Haq akhirnya memperbolehkan seluruh aktivitas perekonomian kembali seperti semula. Namun penerapan protap kesehatan makin diperketat. Para pemilik toko tersebut wajib membatasi pengunjung.

“Keputusannya adalah, pertokoan akan ada perpanjangan jam operasional. Namun dengan komitmen seluruh pertokoan mau melakukan langkah-langkah pencegahan. Seperti penggunaan masker tetap diberlakukan. Pengunjung jaga jarak dan toko itu menyediakan tempat cuci tangan,” ujarnya.

Langkah tersebut diambil guna menciptakan kondusivitas dan keamanan demi mencegah angka penyebaran. Bagi pemilik toko ritel, jika dalam pelayanan tidak mengedepankan physical distancing jangan harap bisa buka kembali. “Kita berdamai dengan korona. Tapi harus mematuhi protokol kesehatan dan penerapan pembatasan jarak,” tegasnya.

Pemkab Lumajang bakal memfasilitasi pertokoan untuk dapat melakukan antisipasi pada pengunjung supaya tidak berdesak-desakkan. Sebab, mendekati Lebaran diprediksi pengunjung bakal memadati pusat perbelanjaan untuk memenuhi kebutuhan. “Kami persilahkan untuk meminta bantuan penjagaan dari TNI dan POLRI,” tambahnya. (*)

Reporter : Atieqson Mar Iqbal

Fotografer : Atieqson Mar Iqbal

Editor : Lintang Anis Bena Kinanti