Unej Berduka, Profesor Khusyairi Tutup Usia

BERPULANG: Jenazah Prof Dr H Akhmad Khusyairi, Guru Besar Universitas Jember, iantarkan ke tempat pemakaman umum di Kecamatan Patrang.

RADARJEMBER.ID – Setelah menderita sakit dan sempat dirawat di RSD dr Soebandi Jember selama 19 hari, akhirnya Prof Akhmad Khusyairi, Guru Besar Universitas Jember (Unej), mengembuskan nafas terakhir, Minggu (19/5) pukul 06.00 pagi

IKLAN

Ivan Syahbana Khusyairi, salah seorang putra almarhum mengatakan, Prof Khusyairi terserang sakit stroke mulai tahun 2003 lalu. Mendiang menjadi dosen di Unej mulai tahun 1965 sampai tahun 2011 di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) jurusan Hubungan Internasional. “Bapak memang sudah lama sakit,” ungkapnya.

Almarhum Prof Khusyairi sempat mengambil gelar Master of Art (MA) di Australia tahun 1979 sampai 1982 di Sidney. Sepulang dari Negeri Kanguru itu, Akhmad Khusyairi berhasil meraih doktor tahun 1995 di Universitas Gajahmada (UGM) Yogyakarta. Setahun kemudian, tepatnya tahun 1996 memperoleh gelar profesor di Unej.

“Mewakili pihak keluarga saya memintakan maaf kepada masyarakat Jember apabila almarhum selama hidupnya pernah berbuat kesalahan, baik yang disengaja maupun tidak,” imbuh Ivan.

Sebelum dimakamkan di pemakaman umum Patrang, almarhum sempat disalatkan di Masjid Al Hikmah Unej. Prosesi ini sebagai penghormatan terakhir kepada almarhum yang dinilai telah berjasa terhadap dunia pendidikan. Di Kampus Tegalboto tersebut, Akhmad Khusyairi pernah menjabat Wakil Direktur Pasca Sarjana. Beberapa tahun kemudian, ditunjuk sebagai Direktur Pasca Unej.

Pria kelahiran Lumajang 15 Desember 1940 ini, meninggalkan seorang istri, empat orang anak, dan tujuh orang cucu. Bahkan, Anton Alifandi, anak pertama almarhum pernah menjadi penyiar Radio BBC London, dan kini bertugas sebagai Kepala Analis Bidang Ekonomi dan Politik di harian Financial Times di Inggris. (*)

Reporter : Winardyasto

Fotografer : Winardyasto

Editor : Mahrus Sholih