Tebing Sungai Longsor, Dua Rumah Ambrol

TERUS AMBROL: Kondisi rumah milik Sutrisno, 46, warga Dusun Krajan, Desa Patemon, Kecamatan Tanggul, ambruk akibat terdampak tebing sungai yang longsor.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Hujan yang turun dengan intensitas tinggi di wilayah Jember mulai menimbulkan sejumlah persoalan. Selain banjir, bahaya longsor juga mengancam warga yang tinggal di sepanjang sungai. Sebab, bisa saja lahan yang mereka tempati longsor akibat tanah terkikis air.

IKLAN

Seperti yang terjadi di tebing Sungai Manggisan, Desa Patemon, Kecamatan Tanggul. Salah satu sisi tebing sungainya longsor setelah beberapa waktu tergerus derasnya air sungai, dan ditambah curah hujan yang tinggi. Akibatnya, dua rumah di Dusun Krajan I Desa Patemon, Kecamatan Tanggul, ikut terdampak.

Kedua rumah ini masing-masing milik Sutrisno, 46, dan rumah serta penyulingan daun serai milik H Romli. Rumah Sutrisno ambrol di bagian dapurnya. Sementara, rumah Romli justru amblas nyaris setengahnya. Bagian belakang rumah itu hancur akibat longsor.

Menurut ketua RT setempat, Timbul Hariono, longsor itu sebenarnya sudah terjadi sejak 2019 lalu. Namun, yang paling parah adalah yang tahun ini. “Ambrolnya yang paling parah adalah tak jauh dari rumah Sutrisno, karena di bawahnya ada sumber yang mengeluarkan air cukup deras,” tuturnya.

Longsor semakin parah karena kondisi dua rumah berada di tikungan sungai. Saat aliran sungai itu deras, terjangan arusnya langsung menghantam tanah di bawah rumah Sutrisno dan Romli itu. “Sehingga tanahnya terus terkikis dan mengakibatkan longsor parah,” lanjut Timbul.

Akibat tergerus air, bagian belakang rumah itu hancur dan hanya menyisakan ruang tamu serta ruang tengah saja. Ada juga bagian dapur yang masih berdiri, namun posisinya sudah menggantung di atas bibir tanah yang longsor. “Kondisi itu sebenarnya sudah dilaporkan kepada pihak terkait. Namun, hingga saat ini masih belum ada penanganan,” imbuh Timbul.

Sutrisno, 46, pemilik rumah, mengaku bahwa sejak dapurnya ambrol, Senin (16/3) lalu, dia dan keluarganya tidak lagi berani tidur di dalam. “Saya bersama istri dan dua anak terpaksa tidur di ruang tamu, karena apabila terjadi longsor, bisa langsung bisa keluar dari rumah,” ujarnya.

Bahkan, Selasa (17/3) pukul 15.00 sempat terjadi longsor susulan. Dampaknya, sebuah kandang kambing ambrol bersama sejumlah perabot rumah tangga. “Beruntung, dua ekor kambing berhasil diselamatkan dulu, sehingga hanya kandang yang ikut ambrol ke sungai,” ujar Sutris.

Sementara itu, Komandan Koramil Tanggul Kapten Inf Suparno yang mendapat laporan tanah longsor itu langsung melakukan peninjauan ke lokasi. Dia bersama Muspika Tanggul dan BPBD langsung menuju lokasi untuk meninjau tebing sungai yang terus ambrol.

Agar tidak mengakibatkan korban jiwa, petugas terkait langsung memasang pengaman berupa tali rafia di belakang rumah milik H Romli. “Ini agar warga yang melihat tidak melebihi batas tali tersebut,” pungkasnya.

Reporter : Jumai

Fotografer : Jumai

Editor : Lintang Anis Bena Kinanti