Aksi Buruh dan Mahasiswa di Jember Tolak RUU Cilaka

Omnibus Law Dinilai Ancam Jaminan Sosial Pekerja

MENOLAK BUNGKAM: Sejumlah buruha dan mahasiswa menggelar aksi protes menolak RUU Cilaka di depan DPRD Jember. Mereka tak bisa masuk karena terhalang pagar kawat berduri.

SUMBERSARI.RADARJEMBER.ID- Pemandangan tak biasa terjadi di bundaran DPRD Jember, Kamis (19/3) pagi. Sekitar pukul 08.30 kawat berduri mulai dibenamkan oleh kepolisian di muka rumah wakil rakyat. Selang satu jam kemudiam, masa Sarikat Buruh Muslimin Indonesia (Sarbumusi) dan disusul mahasiswa mulai berdatangan ke gedung dewan.

IKLAN

Dengan membawa atribut penolakan Omnibus Law dan tolak RUU Cipta Lapangan Kerja (Cilaka), mereka mulai membacakan tuntutan, serta selawat. Massa juga menyanyikan lagu Indonesia Raya, serta Darah Juang.

Melalui pelantang suara, demonstran mengatakan, RUU Cilaka atau Omnibus Law tidak kalah berbahaya dari virus corona. Sebab, dalam jangka panjang Omnibus Law sangat merugikan buruh.

“Kalau Omnibus Law disahkan, buruh kehilangan jaminan sosial dan tidak mendapatkan pesangon,” kata orator.

Demo masih berlangsung hingga siang hari. Bahkan jalan utama di daerah kampus dialihkan. Jalan Bengawan Solo ditutup, termasuk juga Jalan Kalimantan yang ditutup dari bundaran DPRD hingga pintu masuk Unej. Pengendara dari Jalan Jawa dialihkan ke Jalan Sumatera. (*)

Reporter : Dwi Siswanto

Fotografer : Dwi Siswanto

Editor : Mahrus Sholih