alexametrics
25.2C
Jember
Tuesday, 9 March 2021
Desktop_AP_Top Banner

Raung Semburkan Abu Vulkanis

Mobile_AP_Top Banner
Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Gunung Raung kembali menunjukkan aktivitas vulkanis, kemarin (18/2). Semburan abu vulkanis tersebut terlihat cukup jelas sejak pagi. Sebelumnya, erupsi kecil juga terjadi pada Rabu (20/1) lalu. Peristiwa ini membuat status Gunung Raung naik, dari level 1 atau normal menjadi level II atau waspada.

Jumari, warga Dusun Salak, Desa Sumbersalak, Kecamatan Ledokombo, mengatakan, semburan abu tersebut terlihat jelas. Kata dia, yang keluar abu berwarna agak kehitaman dari pucuk gunung yang berada di perbatasan Bondowoso dengan Banyuwangi itu.

Awalnya, pria 45 tahun ini menuturkan, awan yang menutupi langit di desanya lantaran cuaca mendung. Namun setelah diamati, ternyata kondisi itu akibat abu vulkanis yang keluar dari Gunung Raung. “Kalau siang yang keluar asap tebal dari atas gunung. Kalau malam, terdengar suara gemuruh meski tidak terlalu lantang,” ucapnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Sebenarnya, Jumari mengungkapkan, wilayah ujung Jember bagian timur, tepatnya di Kecamatan Ledokombo ini, juga tidak terpengaruh dengan suara gemuruh tersebut. Sebab, di sisi barat Gunung Raung itu masih ada gunung lagi. Warga yang tinggal di sana pun tidak terpengaruh. Sebab, jarak dari desanya masih jauh dengan gunung, sehingga masih aman. “Bahkan, sejak beredar foto dan video yang viral di media sosial tentang kondisi Gunung Raung, juga tidak pengaruh,” katanya.

Meski semburan abu vulkanis itu sangat jelas, tapi beberapa desa di Jember tidak terimbas. Sebab, angin berembus ke arah utara dan timur. Namun, pengendara motor tetap diminta mengenakan helm yang terpasang kaca pelindung. “Karena kalau naik motor, mata agak terasa perih,” tutur Jumari.

Soleh, warga yang tinggal di Dusun Gayasan, Desa Gunungmalang, Kecamatan Sumberjambe, juga mengaku sama. Aktivitas vulkanis Gunung Raung itu tidak berpengaruh terhadap aktivitas warga di desanya. Warga sekitar juga belum merasakan jika gunung yang terlihat cukup jelas dari desanya itu ternyata menyemburkan abu.

Kalau beberapa tahun lalu, lelaki 27 tahun ini mengungkapkan, warga sempat resah dengan suara gemuruh dari Gunung Raung. Bahkan, semburan abu vulkanis juga sempat dirasakan oleh warga. Khususnya yang tinggal di wilayah Ledokombo, Sumberjambe, Kalisat, dan Mayang. “Abu juga merusak tanaman milik petani,” ungkapnya.

Pantauan Jawa Pos Radar Jember, setelah abu vulkanis itu keluar cukup tebal dan berwarna hitam, lama-lama berubah menjadi putih. Abu itu tampak terbawa angin ke arah Bondowoso dan Banyuwangi. Otomatis, warga Jember, terutama yang tinggal di Kecamatan Sumberjambe dan Ledokombo, masih aman karena tidak terdampak.

 

Jurnalis : Jumai
Fotografer : Jumai
Redaktur : Mahrus Sholih

- Advertisement -
Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Gunung Raung kembali menunjukkan aktivitas vulkanis, kemarin (18/2). Semburan abu vulkanis tersebut terlihat cukup jelas sejak pagi. Sebelumnya, erupsi kecil juga terjadi pada Rabu (20/1) lalu. Peristiwa ini membuat status Gunung Raung naik, dari level 1 atau normal menjadi level II atau waspada.

Jumari, warga Dusun Salak, Desa Sumbersalak, Kecamatan Ledokombo, mengatakan, semburan abu tersebut terlihat jelas. Kata dia, yang keluar abu berwarna agak kehitaman dari pucuk gunung yang berada di perbatasan Bondowoso dengan Banyuwangi itu.

Awalnya, pria 45 tahun ini menuturkan, awan yang menutupi langit di desanya lantaran cuaca mendung. Namun setelah diamati, ternyata kondisi itu akibat abu vulkanis yang keluar dari Gunung Raung. “Kalau siang yang keluar asap tebal dari atas gunung. Kalau malam, terdengar suara gemuruh meski tidak terlalu lantang,” ucapnya.

Mobile_AP_Half Page

Sebenarnya, Jumari mengungkapkan, wilayah ujung Jember bagian timur, tepatnya di Kecamatan Ledokombo ini, juga tidak terpengaruh dengan suara gemuruh tersebut. Sebab, di sisi barat Gunung Raung itu masih ada gunung lagi. Warga yang tinggal di sana pun tidak terpengaruh. Sebab, jarak dari desanya masih jauh dengan gunung, sehingga masih aman. “Bahkan, sejak beredar foto dan video yang viral di media sosial tentang kondisi Gunung Raung, juga tidak pengaruh,” katanya.

Meski semburan abu vulkanis itu sangat jelas, tapi beberapa desa di Jember tidak terimbas. Sebab, angin berembus ke arah utara dan timur. Namun, pengendara motor tetap diminta mengenakan helm yang terpasang kaca pelindung. “Karena kalau naik motor, mata agak terasa perih,” tutur Jumari.

Soleh, warga yang tinggal di Dusun Gayasan, Desa Gunungmalang, Kecamatan Sumberjambe, juga mengaku sama. Aktivitas vulkanis Gunung Raung itu tidak berpengaruh terhadap aktivitas warga di desanya. Warga sekitar juga belum merasakan jika gunung yang terlihat cukup jelas dari desanya itu ternyata menyemburkan abu.

Kalau beberapa tahun lalu, lelaki 27 tahun ini mengungkapkan, warga sempat resah dengan suara gemuruh dari Gunung Raung. Bahkan, semburan abu vulkanis juga sempat dirasakan oleh warga. Khususnya yang tinggal di wilayah Ledokombo, Sumberjambe, Kalisat, dan Mayang. “Abu juga merusak tanaman milik petani,” ungkapnya.

Pantauan Jawa Pos Radar Jember, setelah abu vulkanis itu keluar cukup tebal dan berwarna hitam, lama-lama berubah menjadi putih. Abu itu tampak terbawa angin ke arah Bondowoso dan Banyuwangi. Otomatis, warga Jember, terutama yang tinggal di Kecamatan Sumberjambe dan Ledokombo, masih aman karena tidak terdampak.

 

Jurnalis : Jumai
Fotografer : Jumai
Redaktur : Mahrus Sholih

Desktop_AP_Leaderboard 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Gunung Raung kembali menunjukkan aktivitas vulkanis, kemarin (18/2). Semburan abu vulkanis tersebut terlihat cukup jelas sejak pagi. Sebelumnya, erupsi kecil juga terjadi pada Rabu (20/1) lalu. Peristiwa ini membuat status Gunung Raung naik, dari level 1 atau normal menjadi level II atau waspada.

Jumari, warga Dusun Salak, Desa Sumbersalak, Kecamatan Ledokombo, mengatakan, semburan abu tersebut terlihat jelas. Kata dia, yang keluar abu berwarna agak kehitaman dari pucuk gunung yang berada di perbatasan Bondowoso dengan Banyuwangi itu.

Awalnya, pria 45 tahun ini menuturkan, awan yang menutupi langit di desanya lantaran cuaca mendung. Namun setelah diamati, ternyata kondisi itu akibat abu vulkanis yang keluar dari Gunung Raung. “Kalau siang yang keluar asap tebal dari atas gunung. Kalau malam, terdengar suara gemuruh meski tidak terlalu lantang,” ucapnya.

Sebenarnya, Jumari mengungkapkan, wilayah ujung Jember bagian timur, tepatnya di Kecamatan Ledokombo ini, juga tidak terpengaruh dengan suara gemuruh tersebut. Sebab, di sisi barat Gunung Raung itu masih ada gunung lagi. Warga yang tinggal di sana pun tidak terpengaruh. Sebab, jarak dari desanya masih jauh dengan gunung, sehingga masih aman. “Bahkan, sejak beredar foto dan video yang viral di media sosial tentang kondisi Gunung Raung, juga tidak pengaruh,” katanya.

Meski semburan abu vulkanis itu sangat jelas, tapi beberapa desa di Jember tidak terimbas. Sebab, angin berembus ke arah utara dan timur. Namun, pengendara motor tetap diminta mengenakan helm yang terpasang kaca pelindung. “Karena kalau naik motor, mata agak terasa perih,” tutur Jumari.

Soleh, warga yang tinggal di Dusun Gayasan, Desa Gunungmalang, Kecamatan Sumberjambe, juga mengaku sama. Aktivitas vulkanis Gunung Raung itu tidak berpengaruh terhadap aktivitas warga di desanya. Warga sekitar juga belum merasakan jika gunung yang terlihat cukup jelas dari desanya itu ternyata menyemburkan abu.

Kalau beberapa tahun lalu, lelaki 27 tahun ini mengungkapkan, warga sempat resah dengan suara gemuruh dari Gunung Raung. Bahkan, semburan abu vulkanis juga sempat dirasakan oleh warga. Khususnya yang tinggal di wilayah Ledokombo, Sumberjambe, Kalisat, dan Mayang. “Abu juga merusak tanaman milik petani,” ungkapnya.

Pantauan Jawa Pos Radar Jember, setelah abu vulkanis itu keluar cukup tebal dan berwarna hitam, lama-lama berubah menjadi putih. Abu itu tampak terbawa angin ke arah Bondowoso dan Banyuwangi. Otomatis, warga Jember, terutama yang tinggal di Kecamatan Sumberjambe dan Ledokombo, masih aman karena tidak terdampak.

 

Jurnalis : Jumai
Fotografer : Jumai
Redaktur : Mahrus Sholih

Mobile_AP_Rectangle 2
Desktop_AP_Skyscraper
Desktop_AP_Leaderboard 2
Desktop_AP_Rectangle 1

BERITA TERKINI

Desktop_AP_Half Page

Wajib Dibaca

Desktop_AP_Rectangle 2