alexametrics
25.2C
Jember
Tuesday, 9 March 2021
Desktop_AP_Top Banner

Banjir karena Dam Tersumbat

Dipenuhi Sampah Kayu dan Bambu

Mobile_AP_Top Banner
Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Banjir yang terjadi di Desa Wonoasri dan Desa Curahnongko, Kecamatan Tempurejo, Kamis (14/1) lalu, mengakibatkan Dam Gladak Putih Afdeling Guci PTPN 12 Kebun Kotta Blater tersumbat. Dam itu buntu akibat tersumbat potongan kayu, bambu, pohon pisang, dan sampah ranting pohon.

Akibatnya, Dam Gladak Putih yang mengarah ke Kaliblater tersumbat. Pintu dam yang terbuat dari besi juga tertutup potongan kayu berukuran besar dan sampah bambu, hingga mengakibatkan air meluap. Dampaknya, air meluber ke tanaman kakao dan sengon milik PTPN 12 Kebun Kotta Blater.

“Terjadinya luapan air dari sungai hulu, yakni Sungai Curahnongko dengan Sungai Andongrejo. Karena salurannya tertutup potongan kayu, sampah menumpuk dan menyumbat di Dam Gladak Putih. Sehingga pintu dam tidak berfungsi,” kata Muhammad Ali, karyawan Afdeling Guci, PTPN 12 Kebun Kotta Blater, kemarin (18/1).

Mobile_AP_Rectangle 2

Menurut Ali, potongan kayu dan barongan bambu itu merupakan kiriman dari hulu akibat terbawa banjir. Meski pintu dam sudah besar, akhirnya tidak mampu karena tersumbat sampah yang terbawa banjir Ali. “Kalau hanya sampah biasa tidak akan menyumbat. Ini sampah kayu yang ukurannya besar dan barongan bambu,” ujarnya.

Melihat kondisi yang seperti itu, karyawan dan warga Desa Wonoasri kemudian bergotong royong membersihkan dam. Sebab, jika dibiarkan, mereka khawatir bakal terjadi banjir susulan. Karyawan dan warga menargetkan, bersih-bersih dam ini harus segera selesai agar tidak terjadi penumpukan potongan kayu dan sampah lainnya. “Kalau untuk kanal, setiap tahun di dam tersebut dilakukan normalisasi,” pungkasnya.

- Advertisement -
Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Banjir yang terjadi di Desa Wonoasri dan Desa Curahnongko, Kecamatan Tempurejo, Kamis (14/1) lalu, mengakibatkan Dam Gladak Putih Afdeling Guci PTPN 12 Kebun Kotta Blater tersumbat. Dam itu buntu akibat tersumbat potongan kayu, bambu, pohon pisang, dan sampah ranting pohon.

Akibatnya, Dam Gladak Putih yang mengarah ke Kaliblater tersumbat. Pintu dam yang terbuat dari besi juga tertutup potongan kayu berukuran besar dan sampah bambu, hingga mengakibatkan air meluap. Dampaknya, air meluber ke tanaman kakao dan sengon milik PTPN 12 Kebun Kotta Blater.

“Terjadinya luapan air dari sungai hulu, yakni Sungai Curahnongko dengan Sungai Andongrejo. Karena salurannya tertutup potongan kayu, sampah menumpuk dan menyumbat di Dam Gladak Putih. Sehingga pintu dam tidak berfungsi,” kata Muhammad Ali, karyawan Afdeling Guci, PTPN 12 Kebun Kotta Blater, kemarin (18/1).

Mobile_AP_Half Page

Menurut Ali, potongan kayu dan barongan bambu itu merupakan kiriman dari hulu akibat terbawa banjir. Meski pintu dam sudah besar, akhirnya tidak mampu karena tersumbat sampah yang terbawa banjir Ali. “Kalau hanya sampah biasa tidak akan menyumbat. Ini sampah kayu yang ukurannya besar dan barongan bambu,” ujarnya.

Melihat kondisi yang seperti itu, karyawan dan warga Desa Wonoasri kemudian bergotong royong membersihkan dam. Sebab, jika dibiarkan, mereka khawatir bakal terjadi banjir susulan. Karyawan dan warga menargetkan, bersih-bersih dam ini harus segera selesai agar tidak terjadi penumpukan potongan kayu dan sampah lainnya. “Kalau untuk kanal, setiap tahun di dam tersebut dilakukan normalisasi,” pungkasnya.

Desktop_AP_Leaderboard 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Banjir yang terjadi di Desa Wonoasri dan Desa Curahnongko, Kecamatan Tempurejo, Kamis (14/1) lalu, mengakibatkan Dam Gladak Putih Afdeling Guci PTPN 12 Kebun Kotta Blater tersumbat. Dam itu buntu akibat tersumbat potongan kayu, bambu, pohon pisang, dan sampah ranting pohon.

Akibatnya, Dam Gladak Putih yang mengarah ke Kaliblater tersumbat. Pintu dam yang terbuat dari besi juga tertutup potongan kayu berukuran besar dan sampah bambu, hingga mengakibatkan air meluap. Dampaknya, air meluber ke tanaman kakao dan sengon milik PTPN 12 Kebun Kotta Blater.

“Terjadinya luapan air dari sungai hulu, yakni Sungai Curahnongko dengan Sungai Andongrejo. Karena salurannya tertutup potongan kayu, sampah menumpuk dan menyumbat di Dam Gladak Putih. Sehingga pintu dam tidak berfungsi,” kata Muhammad Ali, karyawan Afdeling Guci, PTPN 12 Kebun Kotta Blater, kemarin (18/1).

Menurut Ali, potongan kayu dan barongan bambu itu merupakan kiriman dari hulu akibat terbawa banjir. Meski pintu dam sudah besar, akhirnya tidak mampu karena tersumbat sampah yang terbawa banjir Ali. “Kalau hanya sampah biasa tidak akan menyumbat. Ini sampah kayu yang ukurannya besar dan barongan bambu,” ujarnya.

Melihat kondisi yang seperti itu, karyawan dan warga Desa Wonoasri kemudian bergotong royong membersihkan dam. Sebab, jika dibiarkan, mereka khawatir bakal terjadi banjir susulan. Karyawan dan warga menargetkan, bersih-bersih dam ini harus segera selesai agar tidak terjadi penumpukan potongan kayu dan sampah lainnya. “Kalau untuk kanal, setiap tahun di dam tersebut dilakukan normalisasi,” pungkasnya.

Mobile_AP_Rectangle 2
Desktop_AP_Skyscraper
Desktop_AP_Leaderboard 2
Desktop_AP_Rectangle 1

BERITA TERKINI

Desktop_AP_Half Page

Wajib Dibaca

Desktop_AP_Rectangle 2