Sebulan Enam Kali Laka di Gumitir

Tergelincir karena Solar, Pikap Masuk Jurang

PROSES EVAKUASI: Mobil Pikap N 8017 E yang disopiri Ari Wicaksono, 40, saat dilakukan proses evakuasi menggunakan alat derek manual milik Hariyanto, warga Desa Sempolan, Kecamatan Silo

RADAR JEMBER.ID – Kecelakaan tunggal kembali terjadi di Jalan Raya Gumitir KM 35 Dusun Gumitir, Desa Sidomulyo, Silo, kemarin (17/7) pagi. Mobil pikap tergelincir karena ceceran solar di jalan menikung.  Akhirnya, mobil tersebut masuk jurang.

IKLAN

Mobil pikap N 8017 E itu mengalami selip hingga terjatuh. Namun, tak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Sebelum kecelakaan, mobil yang disopiri Ari Wicaksono, 40, warga Kelurahan Kepatihan, Kecamatan Banyuwangi Kota, itu melaju dari arah Jember menuju Banyuwangi. Tiba-tiba di jalan yang menikung tajam ke kanan ada ceceran solar menetes dari mobil pikap di depannya yang disopiri Ari.

Persis di jalan menikung itulah mobil tak bisa dikendalikan, sehingga langsung belok ke kanan. Kerasnya mobil yang disopiri Ari membuat kendaraan itu melompati pagar besi pengaman jalan dan masuk ke jurang sedalam enam meter.

Beruntung, pikap itu tidak terjun bebas. Sebab, saat terperosok ke jurang, mobil masih tertahan tanaman kopi milik warga. Posisi mobil yang di atasnya memuat tangki susu itu hanya terbalik di atas pohon kopi.

“Alhamdulillah, sopir yang hanya sendirian itu masih selamat karena menggunakan sabuk pengaman, dan berhasil keluar dari mobil yang terbalik,” kata Ipda Suparman, Kanitalnats Polsek Silo.

Proses evakuasi pikap nahas itu menggunakan derek manual milik Hariyanto, 38 warga Sempolan, Silo. Saat proses evakuasi mobil, jalur Gumitir sempat macet, karena harus menggunakan rantai yang diikatkan ke pohon di seberang jalan. Setelah terjadi kemacetan agak panjang, jalan dibuka lagi dengan cara mobil diikatkan ke pagar pengaman besi.

Setelah kendaraan dari dua arah itu sepi, proses evakuasi dilanjutkan lagi. Evakuasi berjalan lancar. Setelah posisi mobil naik, langsung ditarik untuk dibawa ke bengkel.

Suparman menambahkan, kecelakaan tunggal selama sebulan di jalur Gumitir sudah mencapai enam kali. Di antaranya karena rem blong, menghindari kecelakaan dengan kendaraan lain, dan kecelakaan karena selip di jalan licin.

Selain itu, karena kelebihan muatan, seperti truk gandeng pengangkut tebu yang kerap mengalami kecelakaan tunggal. ”Ada pula truk gandeng yang terperosok ke selokan, sehingga bersandar ke tebing Gunung Gumitir,” tuturnya.

Beberapa kecelakaan tunggal itu tidak sampai memakan korban jiwa. Untuk itu, pihaknya mengimbau kepada pengguna jalan yang melintas di jalur Gumitir agar lebih berhati-hati. Apalagi pengguna jalan yang belum pernah melintas di sana. “Karena selain jalurnya berkelok-kelok, jalan aspalnya miring,” pungkasnya. (*).

Reporter : Jumai

Fotografer : Jumai

Editor : Bagus Supriadi