Pengungkap Pembakaran Mobil Diberi Penghargaan

BERIKAN PENGHRAGAAN: Kapolres Jember AKBP Kusworo Wibowo saat menyerahkan penghargaan kepada anggota yang berhasil mengungkap pelaku pembakaran mobil di wilayah Polsek Sukorambi.

RADAR JEMBER.ID – Polres Jember memberikan penghargaan kepada 15 anggota polisi yang berhasil mengungkap kasus pembakaran mobil. Hasil ungkap tersebut, polisi menangkap dua tersangka dalam kasus pembakaran mobil yang terjadi pada Sabtu (27/4) lalu.

IKLAN

Kasus pembakaran dua mobil terjadi di dua lokasi berbeda. Pertama di bengkel milik Puspo, warga Perumahan Kodim, Desa Jubung, Kecamatan Sukorambi. Berikutnya, di rumah Asnawi, 59, warga Dusun Ampo, Desa Dukuhmencek, Kecamatan Sukorambi.

Pemberian reward yang menjadi agenda rutin setiap tanggal 17 ini terlihat spesial bagi 15 anggota polisi penerima penghargaan. Sebab, yang menyerahkan penghargaan adalah Kapolres Jember AKBP Kusworo Wibowo. Kegiatan itu digelar di halaman polres setempat, Rabu (17/7) pagi.

Menurut Kusworo, penghargaan itu untuk memotivasi agar semangat kerja para anggota yang berprestasi semakin terpompa. Selain itu, untuk memacu semangat bagi personel lainnya supaya meningkatkan kinerja di samping merupakan bagian dari program Promoter Polri.

“Karena sebelum terungkapnya kasus tersebut beredar kabar tidak jelas yang dihubungkan dengan teror agenda politik, Pemilu Presiden 2019. Dan kaitan dengan pemilihan kepala desa,” ujar Kusworo kepada sejumlah wartawan.

Meski di awal terjadi simpang siur informasi, namun lantaran kerja keras anggota, kasus itu bisa terpecahkan sehingga dapat menjawab keresahan dan keraguan masyarakat. Penghargaan itu tak hanya diberikan pada intel polsek dan reskrim polsek, tapi juga ada unsur masyarakat yang dinilai turut membantu memberikan informasi dalam kasus tersebut. “Dengan hasil ungkap kasus pelaku pembakaran mobil di dua TKP ini, sehingga mendapat apresiasi dari pimpinan Polri,” ujar Kusworo.

Di agenda yang sama, kapolres tak hanya memberi penghargaan pada anggota berprestasi, pihaknya juga menghukum personel yang melakukan pelanggaran dan kinerjanya di bawah rata-rata. Tapi kalau pelanggarannya kategori berat, seperti narkoba, maka anggota tersebut ditahan dan diproses di peradilan umum.

“Jadi, anggota benar-benar merasakan reward and punishment. Kalau kerja rata-rata digaji, kalau bekerja lebih dari rata-rata diberi penghargaan. Kalau kerja banyak pelanggaran ya diberi hukuman,” pungkasnya. (*)

Reporter : Jumai

Fotografer : Jumai

Editor : Mahrus Sholih