Terobosan FKIP Universitas Jember

Kembangkan Research Group, Undang Dua Profesor Australia

KEMBANGKAN PENDIDIKAN: Dekan FKIP Unej Prof Dafik (kiri), bersama dua profesor luar negeri yang menjadi narasumber dalam acara workshop yang diselenggarakan kampus setempat.

RADARJEMBER.ID, JEMBER– Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Jember (Unej) mengundang dua profesor universitas luar negeri untuk menjadi pemateri dalam workshop pengembangan riset yang bekerjasama dengan Program Studi (Prodi) Pendidikan Matematika, FKIP Unej.

IKLAN

Workshop itu bertemakan Capacity Building in the Mathematis Research and Learning Instrument Based on TPACK in Industrial Revolutions 4.0. Acara tersebut dilaksanakan pada Selasa (16/7) di kampus FKIP.

Dekan FKIP Prof Dafik menyambut positif workshop yang dinilainya sangat bermanfaat tersebut. “Kami mengundang dua profesor dari luar negeri. Yakni Prof Yuqin Lin dan Prof Joe Ryan. Keduanya dari University of Newcastle, Australia. Mereka datang kemari untuk menjadi pemateri dalam sebuah konferensi,” paparnya kepada radarjember.id.

Dafik menyebut, kedatangan mereka sangat relevan. Karena yang dibahas mengenai penguatan dan cara pengelolaan research group yang baik. Apalagi, setiap Prodi di FKIP kini punya minimal tiga research group dari 17 prodi yang ada di FKIP.

Lebih lanjut dia mengatakan, ke depan yang bakal dituntaskan adalah soal bagaimana caranya menguatkan research group dan mengefektifkannya. Salah satu yang akan dilakukan yakni banch marking dari beberapa univeritas. Baik dari dalam maupun luar negeri.

“Kami betul-betul beritikad bahwa research group ini berguna dalam mengembangkan universitas. Saya sebagai Dekan FKIP bekerjasama dengan kaprodi terus menumbuhkembangkan atmosfer riset yang baik,” imbuhnya.

Kedepan, Dafik menambahkan, pihaknya berharap dapat memperoleh hasil penelitian yang baik, serta dapat dipublikasikan dalam bentuk jurnal internasional.

Sementara itu, Ketua Program Studi (Kaprodi) Pendidikan Matematika FKIP Unej Susi Setiawani menuturkan, riset adalah pengembangan diri dan teknologi. Sehingga mahasiswa diperlukan untuk melaksanakan riset. “Jadi riset ini membuka wawasan bagi mahasiswa. Tentang bagaimana cara berfikirnya lebih kompleks menyelesaikan suatu masalah,” tuturnya.

Perempuan yang akrab disapa Susi ini juga senada dengan Dafik. Menurut dia, pihaknya memiliki tiga research group. “Jadi mahasiswa kami mulai semester enam diwajibkan masuk research group. Salah satu research group bernama Komputasi Statistik Pembelajaran (Kompustabel),” katanya.

Selain itu, salah satu road map FKIP tahun ini ingin membuat perangkat pembelajaran di bidang tersebut sehingga dapat dikembangkan lebih bagus lagi. “Alhamdulilah pematerinya juga nyambung. Mengenai pembelajaran zaman now itu seperti apa,” ucapnya.

Workshop itu sendiri, diikuti oleh para mahasiswa/mahasiswi Prodi Pendidikan Matematika FKIP Unej yang sudah mulai menempuh tugas akhir. Ini sebagai referensi mereka agar lebih kuat lagi dalam pengembangan riset. (*)

Reporter : Muchammad Ainul Budi

Fotografer : Muchammad Ainul Budi

Editor : Mahrus Sholih