SDN Pinggiran Sepi, Tengah Kota Antre

SAMBIL MENGGENDONG ANAK: Seorang ibu mengisi isian formulir sambil menggendong anaknya yang masih balita di SDN Kepatihan 06, Kaliwates.

RADAR JEMBER.ID – Eni, warga Kebonsari, tampak sedang menggendong anaknya yang masih balita di SDN Kepatihan 06 Jember, kemarin (17/6). Di ruang kelas, dia mengisi formulir pendaftaran masuk SD untuk anaknya. Ia tak sendiri, namun banyak orang tua lain yang mendaftarkan anaknya di sekolah tersebut.

IKLAN

Hari pertama Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SD itu memang cukup merepotkan ibu-ibu. Bahkan, kakek dan nenek calon pelajar SDN juga ikut mendaftarkan. SDN di tengah kota menjadi incaran calon wali murid. Namun, SDN di daerah pinggiran masih sepi peminat.

Banyak cara yang dilakukan oleh sekolah agar antrean pendaftar tidak membeludak sehingga berdesakan. Di SDN Kepatihan 06 Jember, para pendaftar dikumpulkan di ruang kelas. “Saat itu juga para orang tua yang membawa anaknya langsung disodori formulir data putranya,” kata Dra Emy Sundari, Kepala SDN Kepatihan 06, Kaliwates.

Formulir itu tak harus diisi di sekolah, namun bisa dibawa ke rumah. Sebab, banyak data yang harus di isi sesuai dengan data kartu keluarga (KK) atau akta kelahiran. Batas penyerahan formulir hingga tanggal 20 Juni 2019. “Rata-rata orang tuanya mengisi saat itu juga dan langsung diserahkan kepada panitia,” jelasnya.

Dari segi usia, siswa yang diterima untuk masuk SDN harus berumur tujuh tahun. Jarak antara sekolah juga harus sesuai dengan juknis dari Dinas Pendidikan. “Untuk tahun ini tidak ada tes,” ujarnya.

Untuk mengantisipasi data yang dipalsu, kata dia, mulai dari KK atau akta kelahiran, sekolah melakukan pengecekan data. Ketika siswa yang sudah masuk dan  diterima, orang tua diminta untuk menulis pernyataan bahwa data yang diberikan ke sekolah itu memang benar.

Hal itu agar data yang keluar di Dapodik tidak bermasalah. Siswa yang dinyatakan diterima harus membuat pernyataan dengan meterai 6000. “Hari pertama di SDN Kepatihan 06 sudah ada 73 yang sudah mendaftar,” tambahnya.

PPDB di SDN Kepatihan 04, Kaliwates, baru ada  19 pendaftar untuk satu ruang kelas. Pendaftar akan terus bertambah menjelang hari terakhir.  Kondisi pendaftaran di daerah kota jauh berbeda dengan di daerah pinggiran. Seperti PPDB di SDN Badean 01, Kecamatan Bangsalsari. Sepinya peminat membuat sekolah menerima mahasiswa saat sudah hari aktif sekolah. Saat itu, anak-anak datang memakai seragam, lalu sambil mendaftar saat itu juga.

Namun, ada juga sebagian orang tua yang mendaftarkan siswanya pada tanggal yang sudah ditentukan oleh Dinas Pendidikan Jember. “Tahun ini menerima dua kelas untuk siswa kelas 1,” pungkas Bahariyanto, Kepala SDN Badean 01. (*)

Reporter : Jumai

Fotografer : Jumai

Editor :