Ajak Guyub Pasca Pilpres

Uniknya Buka Bersama Lintas Agama

BIKIN ADEM:  Acara sarasehan dan buka puasa oleh tokoh lintas agama Jember terlihat sangat guyub meskipun berbeda agama.

RADAR JEMBER.ID – Ramadan menjadi momentum yang pas untuk membangun kerukunan. Bukan hanya umat Islam saja, tetapi juga antarumat beragama, khususnya di Jember. Ajakan tersebut disampaikan dalam acara sarasehan dan buka bersama tokoh lintas agama se-Jember.

IKLAN

Acara diadakan di Aula Gedung FTIK IAIN Jember Jumat, kemarin (17/5), mengusung misi membangun solidaritas bersama. Berbagai tokoh hadir tergabung dalam Forum Silaturahmi Lintas Agama dan Elemen Masyarakat (Sila Emas). Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Jember Abdul Muis Sonhaji selaku inisiator menuturkan yang hadir ada dari kalangan Islam, Kristen, Katholik, Hindu, Budha, serta beberapa dari kalangan pemuda dan mahasiswa.

“Selain mereka, ada pula dari kalangan ibu-ibu muslimat, Aisyah, Gereja Kristen Jawi Wetan (GKJW), Save NKRI, dan lain-lain,” ujarnya. Forum ini untuk merajut tali persaudaraan dengan spirit keberagaman sesama umat beragama. Terutama sebagai masyarakat Jember yang memang rukun dan guyub meskipun berbeda keyakinan.

“Kedatangan mereka ingin berbagi dan ngumpul-ngumpul bareng temen-temen yang berpuasa,” imbuh pria yang akrab disapa Gus Muis itu. Tidak hanya datang, mereka itu menurutnya juga menyediakan menu berbuka puasa dan berbagai takjil. Dalam kegiatan ini, makannya pun hasil bantingan alias urunan.

“Ada yang membawa nasi 5-10 kotak tiap orang. Ada membawa buah dan minuman. Kami semua bantingan untuk mengadakan acara ini,” jelasnya. Hal ini menunjukkan kebersamaan di antara mereka. Pihaknya berharap, acara itu dapat mempererat kebersamaan umat beragama, khususnya di Jember.

Apalagi, jelas Muis, pasca memanasnya konstelasi politik pemilu, pihaknya ingin mempererat hubungan umat beragama. “Kami yakin ada dari kubu 01 atau 02. Mulai sekarang tidak ada lagi kosong-kosong itu, yang ada sekarang, mari kita bangun persaudaraan kembali, sebagai bangsa yang utuh,” terangnya.  (*)

Reporter :

Fotografer :

Editor : Rangga Mahardika