Bawang Merah dan Putih Turun

Semoga Stabil sampai Lebaran

MULAI STABIL: Muryati, pedagang di Pasar Gebang, merapikan dagangannya. Pertengahan puasa, sejumlah bahan pangan yang sebelumnya naik kini harganya turun dan stabil.

RADAR JEMBER.ID – Bawang putih dan bawang merah menjadi komoditas bahan pangan yang sempat membuat pusing masyarakat. Pasalnya, harga bahan bumbu-bumbuan tersebut melonjak tinggi sebelum puasa hingga awal puasa. Kini, harga dua komoditas tersebut sudah turun dan mulai stabil.

IKLAN

Stabilnya harga bawang merah dan putih yang banyak dipakai sebagai bumbu masakan tersebut diharapkan akan terus berlanjut sampai Lebaran. Sebab, biasanya, saat Lebaran komoditas pangan mulai ada lonjakan harga.

Muryati, pedagang di Pasar Gebang, mengatakan, keseluruhan harga bahan makanan tidak ada lonjakan berarti seperti sebelumnya. Bahkan, harga bawang putih dan bawang merah yang sempat naik sebelum puasa tersebut mulai turun.

“Bawang putih per kilogram Rp 30 ribu, bawang merah Rp 28 ribu per kilogram. Harganya turun itu mulai lima hari kemarin (enam hari kemarin, Red),” tuturnya.

Dia mengaku, bawang putih sebelum puasa harganya mulai Rp 60 ribu per kilogram, bahkan sempat menyentuh angka Rp 70 ribu per kilogram. “Awal puasa itu turun, tapi tetap mahal. Harganya bawang putih awal puasa Rp 50 ribu per kilogram,” paparnya.

Sementara itu, bawang merah sebelum puasa sempat di harga Rp 50 ribu per kilogram, dan awal puasa paling mahal sekitar Rp 45 ribu per kilogram. Turunnya harga bawang putih dan merah itu karena pasokan yang lancar. “Dari pemasoknya sudah murah dan pasokannya lancar. Dulu bawang putih sempat susah. Padahal, biasanya yang lebih susah itu bawang merah dari pada bawang putih,” imbuhnya.

Selain bawang-bawangan yang mulai turun, cabai juga terus stabil. “Harga cabai per kilogram Rp 15 ribu. Harganya dari sebelum puasa sekitar belasan ribu saja. Itu masih stabil, biasanya mendekati Lebaran, cabai mulai mahal,” katanya.

Sementara itu, harga komoditas bumbu-bumbuan, kata perempuan asal Banjar Sengon tersebut, masih dikatakan stabil. “Kalau bumbu seperti kemiri, laos, kencur, dan lainnya, walau naik pembeli nggak bingung. Sebab, dipakai hanya sedikit. Berbeda dengan bawang dan cabai. Sekali masak pemakainya banyak,” jelasnya.

Harga bahan pangan terutama bumbu-bumbuan yang mulai stabil justru tidak membuat pedagang seperti Muryati bahagia. “Kalau murah seperti ini, orang belinya langsung banyak. Enak harganya mahal, walau belinya sedikit tapi ada terus setiap hari,” pungkasnya. (*)

Reporter : Dwi Siswanto

Fotografer : Dwi Siswanto

Editor : Hadi Sumarsono