Safari Ramadan, Kadin Hadirkan 115 Anak Yatim

SANTUNAN: Anggota Kadin saat memberikan santunan kepada anak yatim di Pendapa Bupati

BONDOWOSO RADAR JEMBER.ID – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jatim menggelar Safari Ramadan di Pendapa Bupati Bondowoso, kemarin (16/5). Hadir dalam agenda itu pengurus Kadin dari Jember, Situbondo, dan Banyuwangi. Selain itu, hadir 115 anak yatim yang diajak buka bersama.

IKLAN

Ketua Kadin Bondowoso Imam Soerojo Hasan mengatakan, kedatangan pengurus Kadin Jatim dan dari beberapa kabupaten adalah suatu kebanggaan. Sebab silaturahmi antar pengurus bisa terlaksana dan bisa membuat akrab suasana. “Kegiatan ini kami lakukan setiap tahun, dan kami sangat bangga tahun ini bisa melaksanakan acara ini lagi,” terangnya.

Pihaknya berterima kasih kepada seluruh hadirin yang ada. Sebab, kedatangannya merupakan hal yang sangat indah karena bisa bersama-sama membangun silaturahmi.

Hal senada diungkapkan Wakil Ketua Umum Bidang Organisasi dan Keanggotaan Kadin Jatim Ir Dedi Suhayadi. Ia menyampaikan, Bondowoso itu istimewa, sebab memiliki potensi pariwisata dan UMKM yang menarik. Misalnya ada kopi arabika Java Ijen Raung dan lainnya. “Selain itu, pada 2021 akan menjadi tuan rumah Porprov, ini adalah hal yang membanggakan,” jelasnya.

PJ Sekda Agung Tri Handono mengatakan, produk Kopi adalah produk yang spesial di Bondowoso. Sebab, memiliki nama kopi spesialti. Pihaknya sangat bangga ketika para pelaku usaha di Bondowoso bisa disentuh oleh Kadin Bondowoso. “Semua pihak bisa membangun ekonomi bersama-sama. Dan Bondowoso memiliki misi Melesat, yakni Mandiri Ekonomi, Lestari, Sejahtera, dan Terdepan,” tegasnya.

Sementara itu, Pengasuh Yayasan Al Fitrah Ustad Yusuf dalam mauizah hasanah menyampaikan, ada beberapa tempat yang disampaikan Nabi Muhammad adalah tempat terbaik. Pertama ada Masjid. Kedua adalah rumah yang di dalamnya ada anak yatim. “Sebaik-baik tempat adalah rumah yang di dalamnya ada anak yatim, karenanya saya sangat senang ketika Kadin, Sekda dan seluruh pihak cinta anak yatim,” terangnya.

Dijelaskannya, ada beberapa hal yang bisa dilakukan sebagai wujud cinta anak yatim. Di antaranya adalah memperhatikan pendidikannya dan memberi santunan. Perhatian kepada pendidikan, bisa jadi anak yatim tersebut menjadi anak asuh. Selain itu, bisa jadi seseorang memberikan peralatan sekolah. Berikutnya perhatian kepada anak yatim bisa dengan memberikan santunan.

Ustad Yusuf menambahkan, pada suatu riwayat, Nabi Muhammad SAW pernah menyampaikan jika penyantun dan penyayang anak yatim akan bersanding dengan Rasulullah SAW di surga. Bagaikan jari telunjuk dan jari tengah. “Dalam hadis disebutkan, Aku dan pengasuh anak yatim berada di surga seperti ini, beliau (Nabi), memberi isyarat dengan jari telunjuk dan jari tengahnya, dan beliau sedikit merenggangkan kedua jarinya,” ungkap Ustad Yusuf. (*)

Reporter : Solikhul Huda

Fotografer : solikhul huda

Editor : Narto