Jadi Pribadi Terbaik dengan Amar Makruf

KULTUM : Dr Kun Wazis, MIKom  saat memberikan tausiah kepada jamaah salat Tarawih di Radar Jember.

RADAR JEMBER  – Momentum bulan suci Ramadan menjadi kesempatan bagi setiap orang untuk memperbaiki kualitas diri. Dengan melakukan berbagai amalan dan menghidupkan bulan Ramadan, diyakini mampu menambah kualitas keimanan serta ketakwaan setiap orang.

IKLAN

Hal itu disampaikan oleh Dr Kun Wazis, MIKom,  dosen Fakultas Dakwah IAIN Jember, ketika mengisi kultum dan salat Tarawih di musala Radar Jember, tadi malam. Saat menjadi pribadi yang bermanfaat untuk banyak orang, kata dia, memang bukan perkara mudah. Namun bukan berarti sulit untuk dilakukan. “Kalau kita bisa memberikan manfaat lebih kepada orang lain, maka itulah hakikatnya hidup,” tuturnya.

Di hadapan para jamaah salat Tarawih, dia mengajak memahami salah satu makna hadis Rasulullah SAW yang berbunyi; khoirunnas anfauhum linnas. Tidak hanya mengajak, dia juga menyerukan hadis tersebut dapat diamalkan oleh para jamaah.

Siapa pun yang ingin menjadi yang terbaik, lanjutnya, maka setiap orang harus bisa memberi manfaat untuk apa yang dikerjakannya. “Kadang kita selalu menjadi manusia yang terkotak-kotakkan. Karena dia berbeda, dia merasa kotaknya itu lebih baik dibandingkan kotak yang lain,” imbuhnya.

Dia meyakini, setiap kemanfaatan itu mengandung kemaslahatan dan setiap kemaslahatan itu mengandung kebaikan yang segala sesuatunya diridai oleh Allah SWT. “Jika sesuatu itu diridai, maka pahalanya itu mengalir deras,” tutur penuh yakin di hadapan jamaah.

Di akhir ceramahnya dia memberikan kiat-kiat menjadi pribadi terbaik. Setiap mereka yang menyerukan pada kebaikan dan mencegah kemungkaran atau keburukan itu menurutnya yang terbaik bagi seluruh umat manusia.

“Menjadi terbaik tidak usah nunggu umur, tidak usah nunggu tua, atau menunggu kaya,” katanya. Mencegah kemungkaran dijelaskan sesuai dengan anjuran Rasulullah SAW, “Ubahlah dengan kekuatanmu. Jika tidak mampu ubahlah dengan lisanmu. Jika masih tidak mampu, maka cukuplah diingkari dengan hati. Karena itulah selemah-lemahnya iman,” pungkasnya. (*)

Reporter : Muchammad Ainul Budi

Fotografer : Muchammad Ainul Budi

Editor : Rangga Mahardika