Alasan Humanisme Dominasi Mutasi

PINDAH TUGAS: Sejumlah ASN yang dimutasi menerima SK dari Bupati Jember dr Faida MMR di Pendapa Wahyawibawagraha

RADAR JEMBER.ID – Sedikitnya 38 aparatur sipil negara (ASN) menerima surat keputusan (SK) mutasi di Pendapa Wahyawibawagraha, kemarin (17/5). Ada pegawai yang pindah datang dan ada pula yang keluar dari Jember ke kota lain.

IKLAN

Bupati Jember dr Hj Faida MMR mengatakan, pegawai yang dimutasi kali ini sebelumnya mengajukan perpindahan atau pergeseran tempat tugas. Mereka mengajukan mutasi rata-rata karena alasan humanisme. “Alasan mutasi kali ini rata-rata karena alasan kemanusiaan,” katanya.

Dari 38 pegawai tersebut, ada tiga pegawai yang pindah keluar dari Jember ke kota lain. “Ada yang keluar karena akan mengurus anaknya yang sakit. Rata-rata karena alasan keluarga atau kemanusiaan,” ucapnya.

Sementara itu, puluhan pegawai lain banyak yang mutasi dari luar Jawa. “Ada juga dari kabupaten sekitar. Sebelumnya mereka wira-wiri dan sekarang mutasi ke Jember. Ada pula yang mutasi hanya geser tempat atau tukar tempat saja,” paparnya.

Dikatakannya, khusus untuk pegawai yang berasal dari luar Jember, mereka sudah terpisah dengan keluarganya bertahun-tahun. Karena itu, SK mutasi pada puasa kali ini menjadi berkah tersendiri bagi mereka yang pindah bekerja di Jember.

“Saya harap SK mutasi ini dimanfaatkan dengan baik. Selamat datang dan selamat bergabung,” jelas Faida menyambut pegawai yang akan bekerja di Jember. Faida juga menyebut, untuk melepas tiga pegawai yang ke luar kota sebenarnya berat. Namun, karena ada alasan kemanusiaan yang tak bias ditolak, dia pun berpesan agar tetap bekerja dengan baik di tempat barunya.

Sementara itu, di akhir acara penyerahan SK mutasi tersebut, Faida menegaskan agar semua ASN memastikan tidak ada suap atau pungutan liar. Jika sampai ditemukan, maka SK tersebut akan dicabut kembali alias dibatalkan. “Kalau sampai ketemu ada pungutan liar dalam penerbitan SK ini akan saya cabut SK-nya. Saya ingin, kalian bisa bekerja dengan merdeka,” pungkasnya. (*)

Reporter : Nur Hariri

Fotografer : Nur Hariri

Editor : Hadi Sumarsono