Drama Kolosal Bocah di Upacara Bendera Warga Desa Kembang Bondowoso

Pekik Takbir Gelorakan Semangat Arek-arek Suroboyo

GUGUR: Sejumlah bocah berseragam SD terkapar. Mereka tengah mementaskan drama kolosal yang menggambarkan heroisme arek-areka Suroboyo dalam upacara bendera memperingati HUT Kemerdekaan RI.

RADARJEMBER.ID, BONDOWOSO – Peringatan kemerdekaan bisa dilakukan di mana saja dan dengan cara apapun. Seperti kreativitas warga RW 8 Desa Kembang, Kecamatan Kota, Kabupaten Bondowoso. Mereka menggelar upacara bendera secara sederhana di kebun kosong yang terletak di dekat kuburan. Para petugas upacara dan sebagian peserta mengenakan kostum tokoh pejuang.

IKLAN

“Sekarang ini kan upacara peringatan kemerdekaan bisa dilakukan dengan cara yang unik-unik. Nah kami terinspirasi dengan cara itu,” ujar Peltu (Purn) Giyono Adi Solik, Ketua RW 8 Desa Kembang, Kecamatan Kota, Bondowoso, usai upacara bendera.

Meski cara pengibaran tidak sesempurna Paskibraka yang formal, namun hal itu tidak mengurangi suasana khidmat. Warga dari tiga RT yang ada di bawah RW 8 nampak antusias mengikuti upacara bendera. “Memang tahun ini masih sederhana. Tetapi tahun depan kami upayakan lebih baik lagi,” lanjut purnawirawan TNI sejak tahun 2005 itu.

Seusai upacara, warga mengadakan drama kolosal untuk mengenang perjuangan para pahlawan mengusir penjajah. “Kami ingin tumbuh kesadaran kepada anak-anak, bahwa kemerdekaan kita dulu diperjuangkan, bukan diberi. Sehingga pengorbanannya luar biasa,” tutur Giyono.

Pementasan drama kolosal yang melibatkan sekitar 30 anak-anak usia SD dan SMP tersebut terbilang spontan. “Kami baru latihan sekali kemarin. Tapi untungnya, kita pakai skenario yang dipentaskan tahun lalu, sehingga tidak terlalu rumit,” ujar Novela Yuni Pangistu, sutradara drama kolosal tersebut.

Terinspirasi perjuangan Bung Tomo, mereka mementaskan momen Pertempuran 10 November 1945. Yakni antara arek-arek Suroboyo melawan Pasukan Sekutu yang terdiri dari tentara Inggris dan Belanda. Suasana menarik ketika Bung Tomo membakar semangat arek-arek Suroboyo guna melawan tentara sekutu. Pekik takbir berkumandang untuk membakar semangat. Selain itu, juga diputarkan rekaman pidato Bung Tomo saat memompa semangat para pemuda Surabaya dan sekitarnya untuk berani berjihad mempertahankan kemerdekaan. (*)

Reporter : Adi Faizin

Fotografer : Adi Faizin

Editor : Mahrus Sholih