Bantu CJH yang Lemah

“Jangan membawa barang untuk kepentingan bisnis. Lebih baik fokus beribadah,” Faida, Bupati Jember.

PATUT DIDAMPINGI: Tiplani, CJH asal Mumbulsari dan Siti Farida CJH asal Balung duduk di kursi roda dalam acara pelepasan

RADAR JEMBER.ID – Salah satu fokus perhatian terhadap 1.984 calon jamaah haji (CJH) asal Kabupaten Jember yaitu kondisi fisik dan kesehatan. Mereka yang lanjut usia (lansia) perlu mendapat perhatian penuh, terlebih dari keluarga atau orang dekat yang mendampinginya. Kesehatan fisik juga harus dijaga oleh setiap jamaah, sehingga bisa berangkat dengan lancar ke tanah suci Makkah pada 19 Juli 2019 lusa.

IKLAN

Pentingnya menjaga kesehatan untuk para jamaah disampaikan Bupati Jember Faida dalam acara pelepasan CJH di Balai Serba Guna (BSG), Kaliwates, kemarin (16/7). Tak hanya itu, jamaah dengan kondisi fisik yang kuat dan sehat, menurutnya harus membantu jamaah yang sedang sakit atau fisiknya lemah.

Dengan saling tolong-menolong, menurutnya proses keberangkatan beribadah di tanah suci sampai pulangnya nanti akan lebih lancar. “Semuanya harus bantu-membantu,” jelas Faida di hadapan ribuan jamaah yang hadir di BSG.

Selain harus saling membantu, Faida juga ingin seluruh jamaah fokus melaksanakan ibadah haji. Hal-hal yang dapat mengganggu proses haji menurutnya lebih baik tidak dilakukan. Salah satunya cukup membawa barang yang diperlukan dalam menunaikan haji. “Jangan membawa barang untuk kepentingan bisnis. Lebih baik fokus beribadah,” harapnya, seraya meminta agar para jamaah ikut mendoakan rencana pembangunan asrama haji yang akan dilakukan tahun 2019 ini.

Suprayitno, petugas kesehatan haji, menuturkan, setiap jamaah akan diperiksa kesehatannya sebelum berangkat ke Makkah. Proses pemeriksaan kali terakhir nantinya akan dilakukan di Asrama Haji Sukolilo, Surabaya. Dia mengatakan, jamaah yang diketahui sakit dan dinyatakan belum memenuhi syarat untuk berangkat, maka akan dirawat terlebih dahulu. “Kalau kondisinya sudah membaik, baru bisa berangkat,” paparnya.

Salah seorang jamaah haji, Tiplati, 70, mengaku, dirinya berangkat bersama putranya, Fathol, dan menantunya, Sufyani. Perempuan asal Mumbulsari tersebut kondisinya cukup lemah sehingga harus dibantu kursi roda. “Saya berangkat bersama anak saya dan istrinya,” ucap Tiplati.

Menurut Fathol, keberangkatan ibunya ke tanah suci merupakan impian keluarganya. Dengan melihat kondisi ibunya yang cukup lemah, Fathol mengaku siap mendampingi ibunya untuk menunaikan semua proses ibadah haji. “Saya siap selalu untuk membantu ibu saya,” tuturnya.

Fathol berharap, mulai keberangkatan sampai pulang ke Jember nanti, semuanya diberi kelancaran dan kemudahan oleh Allah SWT. “Semoga saya dan keluarga serta semua para jamaah diberi kemudahan dan menjadi haji yang mabrur,” pungkas pria yang tinggal di Jenggawah tersebut.

Kepala Kemenag Jember Muhammad mengatakan, dari sebanyak 2.004 orang yang tercatat, dipastikan yang berangkat hanya 1.984 orang. Itu disebabkan oleh adanya CJH yang mundur, pindah ke kota lain, serta ada yang ikut mencalonkan diri dalam pemilihan kepala desa. “Tenaga kesehatan sudah disiapkan dan yang berangkat ada 1.984 orang,” katanya.

Sementara itu, pada pelepasan di BSG kemarin, Wakil Bupati Jember Abdul Muqit Arief tampak hadir dan sempat memberikan tausiah. Selain itu, sejumlah tokoh agama seperti KH Abdullah Samsul Arifin alias Gus Aab juga hadir dan ikut mendoakan para jamaah. (*)

Reporter : Nur Hariri

Fotografer : Nur Hariri

Editor : Mahrus Sholih