1 Meninggal Dunia, 10 Terluka  

Rem Blong, Pikap Masuk Sungai

EVAKUASI PIKAP DI DALAM SUNGAI: warga sekitar dan anggota keluarga saat mengevakuasi pikap yang masuk ke sungai dekat rumah korban dengan cara ditarik menggunakan tampar.

RADAR JEMBER.ID – Kecelakaan tunggal akibat rem blong terjadi di Dusun Gendir, Desa Klungkung, Kecamatan Sukorambi, kemarin (16/6) pukul 07.00.  Mobil  pikap baru  L 300 B 9044 VI yang disopiri Muhammad Fauzi (sopir), 45, memuat  10 penumpang. Mobil tersebut masuk sungai dan terbalik setelah berjalan mundur dan menabrak pengaman jembatan.

IKLAN

Kecelakaan itu menyebabkan penumpang bernama Liyasun, 50, terluka parah hingga meninggal dunia. Dia merupakan warga Dusun Gendir yang duduk di bagian bak belakang. Korban sempat dibawa ke IGD RSD dr Soebandi Jember, namun meninggal dalam perjalanan.

Korban lain dalam kecelakaan itu adalah  Torina, 45, istri Muhammad Fauzi (sopir). Dia  mengalami patah tulang di bagian kaki kirinya. Sementara itu, sembilan orang lain mengalami terluka. Dari sepuluh penumpang, tiga di antaranya  masih anak-anak.

Pikap yang juga milik Fauzi tersebut baru pulang dari garasi bus Akas di Jalan Arowana. Mobil itu menjemput penumpang yang baru pulang dari Madura. Sebelum menjemput keluarganya, mobil tersebut mengantar keluarga yang lain ke Desa Pakis, Kecamatan Panti, pada pukul 02.00 dini hari.

Setelah itu, pukul 03.00 langsung ke garasi bus Akas hingga pukul 05.00. Ketika rombongan keluarga dari Madura datang, para penumpang dan dibawa pulang ke Dusun Gendir. Sayangnya, sekitar 200 meter sebelum sampai rumah, mereka kecelakaan.

“Sejak perjalanan dari garasi Akas, mobil  tidak ada masalah dengan rem. Padahal, jarak dari garasi bus Akas ke rumah jalannya naik turun, “kata Fauzi saat dimintai keterangan petugas. Namun, saat tiba di jalan yang menurun dekat rumahnya, tiba-tiba rem sudah tidak berfungsi lagi. Dia mencoba menginjak rem berkali-kali, tetap tidak berfungsi.

Saat mobil melaju kencang dari atas, selatan ke utara, dia tidak berani belok ke arah rumah yang dituju. Sebab, jika tiba-tiba dibelokkan akan masuk jurang saat itu juga, korbannya akan  lebih banyak. “Saya terpaksa meneruskan mobil pikap itu ke arah jembatan dan ke jalan yang menanjak cukup tinggi. Tetapi setelah di tengah-tengah, mobil sudah tidak bisa naik lagi, dan selanjutnya berjalan mundur,” jelasnya.

Saat mobil berjalan mundur, Fauzi tetap berusaha mengarahkan laju mobil ke sebelah kiri, karena jaraknya terlalu dekat. Namun, mobil yang berjalan mundur itu melaju dengan kecepatan tinggi. Akhirnya pikap langsung terbalik dan masuk ke dalam sungai.

Tiga penumpang yang ada di belakang sambil berteriak minta tolong, mereka menjerit saat berjalan mundur. “Saya sempat melihat setelah membentur pagar jembatan dan mobil langsung terbalik,” ujarnya.

Kecelakaan tersebut diketahui olah warga dan anggota keluarga. Sebab, jarak lokasi kejadian dengan rumah korban hanya berjarak sekitar 200 meter. Akhirnya mereka langsung datang ke lokasi. Seluruh penumpang yang terlempar ke ke sungai langsung dievakuasi dan dilarikan ke RS Citra Husada dan IGD RSD dr Soebandi Jember.

Kejadian itu juga di laporkan ke Polsek Sukorambi dan unit Lakalantas Polres Jember. Anggota polsek yang sudah di lokasi langsung membawa korban ke RS Citra Husada. Korban yang luka parah langsung dirujuk ke RS dr Soebandi.

Mobil yang sudah terbalik ke dalam sungai menjadi tontonan warga setelah seluruh penumpang sudah dievakuasi ke RS. Mobil yang sudah terbalik akhirnya dievakuasi menggunakan tali tampar oleh warga.

Aiptu Argono, anggota Unit Lakalantas Polres Jember mengatakan, terjadinya laka tunggal ini karena rem tidak berfungsi alias blong. Beruntung, sopir masih berusaha melewati jembatan di jalan yang menurun yang cukup curam. Bahkan sopir berusaha terus mencoba naik ke jalan yang mendaki.

“Tetapi di tengah jalan tanjakan justru berjalan mundur dan akhirnya masuk sungai,” tegas Argono di lokasi. Setelah berhasil dievakuasi, pikap diamankan di bagian Unit Lakalantas Polres Jember sebagai barang bukti. Selain itu, sopir pikap juga dimintai keterangan.  

Mobil Pikap Baru Dibeli Setahun Lalu

Mobil yang dipakai oleh Fauzi baru dibeli setahun lalu. Mobil itu belum pernah mengalami kerusakan di bagian rem. Selama ini memang hanya digunakan untuk mengangkut kayu ke hutan dan  mengangkut orang. Sayangnya, mobil itu tidak pernah di uji KIR karena tidak punya biaya.

Akibatnya, tanpa diketahui mobil mengalami rem blong dan terjatuh di sungai yang tingginya sekitar 6 meter itu. “Mobil pun langsung terbalik, dan penumpang terlempar ke dalam sungai,” ujar Fauzi didampingi anaknya di Mapolsek Sukorambi.

Saat mobil melaju dari atas tanpa rem, Fauzi tetap meminta kepada seluruh penumpang untuk diam dan berusaha terus melewati jembatan dan mencoba tetapi naik di jalan yang menanjak. Tetapi, sampai di tengah-tengah mobil tidak kuat dan berjalan  undur.

Abdul hadi, 33, salah satu penumpang yang duduk di belakang dan mengalami luka robek di kaki kirinya mengaku berteriak minta tolong saat mobil pikap berjalan mundur. “Saya sempat terlempar ke sungai,” akunya ketika ditemui di ruang inap RS Citra Husada, Gebang.

Semua penumpang yang duduk di belakang  terlempar dari pikap. Sedangkan penumpang yang ada di jok depan bersama sopir tetap di dalam karena pintu tetap terkunci. “Untuk anak-anak yang masih kecil di jok depan selamat,” tandasnya.  (*)

Reporter : Jumai

Fotografer : Jumai

Editor :