Tokoh Lintas Agama Jember Berikrar Tolak People Power

TOLAK PENGERAHAN MASSA: Gus Muis memberikan keterangan pers kepada wartawan. Dia meminta masyarakat tak terpancing isu people power.

RADARJEMBER.ID – Silahturahmi Antar Agama dan Elemen Masyarakat (Sila Emas) Jember sepakat menolak people power. Kesepakatan itu dilakukan saat para tokoh lintas agama tersebut mengadakan buka puasa bersama (bukber) di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Jember, Jum’at (17/5).

IKLAN

Abdul Muis, salah seorang pencetus Sila Emas menegaskan, people power itu merupakan pengerahan massa untuk menolak hasil penghitungan suara oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU).

“Sore ini hadir berbagai tokoh agama dan elemen masyarakat. Pertemuan ini sekaligus silahturahmi pasca pemilihan presiden (pilpres). Selain itu, Sila Emas juga berikrar menolak people power demi tegaknya NKRI,” jelas Gus Muis, sapaan dia.

Lebih lanjut, Pengasuh Pondok Pesantren As Syafaah Tegalbesar, Kaliwates itu menerangkan, Sila Emas merasa prihatin adanya isu people power. Karena itu, pihaknya berharap agar warga Jember tak terprovokasi atau terpengaruh isu yang diembus para elit politik di Jakarta tersebut.

“Semoga saja isu people power ini tidak benar. Kami secara terang-terangan menolak people power. Jangan usik ketenangan masyarakat Indonesia, khususnya masyarakat Jember,” imbuhnya.

Sementara itu, Redy Saputra, salah seorang peserta acara mengatakan, sebagai generasi penerus bangsa dirinya memberikan apresiasi kegiatan Sila Emas tersebut. Karena di forum itu, semua elemen masyarakat berkumpul tanpa melihat perbedaan, sehingga dinilainya mencirikan keberagaman Indonesia.

“Satu sama lain adalah saudara dan bisa hidup rukun. Karena itu, saya pribadi ikut mengecam isu people power yang bisa merusak persatuan dan kesatuan bangsa,” tandasnya. (*)

Reporter : Winardyasto

Fotografer : Winardyasto

Editor : Mahrus Sholih