Raih Kesuksesan Berbekal Firasat Orang Tua

Processed with VSCO with preset

LUMAJANG RADAR JEMBER.ID – Firasat seorang ibu tentang keberhasilan dan masa depan anaknya begitu tajam memang. Setidak-tidaknya, itulah yang dialami Jesi Irwanto. Salah seorang dosen di salah satu perguruan tinggi ternama di Lumajang. Dia begitu ingat setiap apa yang disampaikan orang tuanya terutama ibundanya.

IKLAN

Jesi memang menilai ibu adalah sosok wanita yang memiliki jasa besar dalam kehidupan setiap orang. Tak salah jika surga ada di telapak kaki ibu. Hal itu betul-betul dia ilhami dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam hidupnya, seorang ibu memiliki peran penting. Termasuk yang bersangkutan dengan profesi yang dia tekuni saat ini. Firasat seorang ibu kepada anaknya kata dia memang hal yang nyata. Dan sebuah kebenaran jika ibu memiliki keahlian untuk menentukan yang terbaik untuk anaknya atau bisa dibilang bisa tahu ke depan akan seperti apa anak tersebut melalui naluri dan firasat seorang ibu. Ditambah dengan doanya yang dia panjatkan kepada Allah SWT.

Dia awalnya menilai, menjadi seorang dosen bukanlah hal yang diidamkan sejak dulu. Bahkan sejak awal menurut dia menjadi dosen adalah hal yang sepele. Tinggal duduk di ruangan, kemudian menyiapkan materi, mengajar, mengikuti seminar, dan hanya bergelut di lingkungan dalam ruang saja.

Jesi menilai tidak ada pemikiran lain jika kelak dia akan duduk di bangku dosen dan mejadi salah satu elemen penting kampus. “Dulu saat kuliah, ibunya berpesan begini, kamu kuliah jurusan ini nanti kamu jadi orang penting,” ujarnya sambil menirukan pesan ibundanya.

Pesan itulah yang membuat hati Jesi bergetar. Kala itu jesi merasa tekanan yang sangat karena dia dihadapkan oleh tantangan baru, lingkungan baru dan situasi yang dia belum pernah alami. Bahkan, Jesi hampir akan menyerah karena mengalami kesulitan terus terusan.

Namun, sekali lagi dia ingat akan pesan ibundanya. Pesan yang meyakini bahwa dia akan menjadi orang sukses. Tak henti dia memanjatkan doa dan juga meminta restu oleh ibunya. Perlahan namun pasti, situasi sulit itu secara tidak langsung membuat dia terbiasa dengan rintangan.

Dia merasakan pelan-pelan pesan ibunya dulu menjadi perjalanan hidupnya saat ini, Sekarang dia menjadi salah satu dosen dan bisa dibilang memegang peran penting di kampus di bagian UPT. Dia sesekali teringat jika saja saat itu dia tak menghiraukan apa pesan ibunya, mungkin dia tidak akan bisa duduk di posisi yang membuat ibunya merasa bangga. (*)

Reporter : Ahmad Jafin

Fotografer : istimewa

Editor :