Selidiki Meninggalnya Petugas dan Berikan Santunan

Komnas Ham Datangi KPU Lumajang

LUMAJANG RADAR JEMBER.ID – Proses dan tahapan pemilu 2019 sudah mendekati titik akhir. Namun, ratusan nyawa yang melayang rasa-rasanya bakal berbuntut panjang. Buktinya, kemarin Komisioner Komnas HAM datang ke Lumajang. Selain menelusuri petugas yang meninggal dunia dan sakit, juga memberikan santunan.

IKLAN

Sekitar pukul 10.00 sampai pukul am 12.00 siang kemarin, ada empat orang rombongan dari Komnas HAM yang datang ke kantor KPU Lumajang. Empat orang itu pun disambut oleh lima komisioner KPU dan juga sejumlah komisioner Bawaslu.

Salah satu Komisioner Komnas HAM, Gatot Ristanto, yang membidangi Kepala Biro Dukungan Penegakan HAM terlihat memberikan arahan dan pertanyaan dalam pertemuan di ruang tengah KPU Lumajang itu. Setelah dialog sedikit panjang, mereka juga menemui keluarga korban yang meninggal di lokasi pemungutan suara.

Diketahui bahwa di Lumajang ini ada 3 orang yang dinyatakan meninggal dunia akibat pelaksanaan pemilu. Ada sebanyak 15 orang yang menderita sakit berat dan ditemukan sebanyak 25 orang yang menderita sakit sedang. “Total ada sebanyak 43 orang,” ungkapnya.

Data tersebut, kata dia, diketahui sudah sesuai dengan data yang dikirim ke KPU RI. Menurut rencana, pada 18 Mei besok, semua keluarga diundang Gubernur Jatim lagi untuk menerima santunan.

Muhammad Ridhol Mujib SE, Divisi SDM dan Parmas KPU Lumajang menjelaskan bahwa kedatangan Komnas HAM adalah untuk menggali dokumen-dokumen terkait meninggalnya petugas ketertiban PPS dan petugas sekretariat PPS. ”Termasuk kejadiannya seperti apa dan data-datanya bagaimana. Perspektif, alur, dan lainnya bagaimana. Dari Bawaslu pandangannya juga bagaimana. Termasuk proses rekrutmen,” ungkapnya.

Setelah dapat info dari KPU dan Bawaslu, keluarga dari ahli waris yang meninggal bicara tertutup di ruangan komisioner. “Itu dilakukan tertutup, yang hanya dilakukan oleh Komnas HAM dan ketiga anggota keluarga atau ahli waris dari korban yang meninggal saat pemungutan suara,” jelasnya.

Edo, sapaan akrabnya, menegaskan bahwa terkait kondisi di Lumajang tidak ada problem. Semua yang dibutuhkan oleh Komnas HAM telah diberikan sesuai dengan data dan fakta yang terjadi di lapangan. “Semua terbuka. Kami sampaikan apa adanya,” pungkasnya. (*)

Reporter : Hafid Asnan

Fotografer : hafid asnan

Editor :