Istri Nelayan Dilatih Membatik

WARISAN BUDAYA: Para istri nelayan Puger dilatih membatik agar memiliki penghasilan tambahan.

RADAR JEMBER.ID – Para istri nelayan di kawasan Puger belajar membatik di aula kantor kecamatan, kemarin (16/5). Mereka diharapkan bisa memiliki keterampilan untuk meningkatkan penghasilan. Sebab, saat cuaca buruk, nelayan tidak bisa melaut sehingga tidak memiliki penghasilan.

IKLAN

Para perempuan itu begitu bersemangat menggambar jenis ikan laut pada sebuah kertas. Kemudian, diterapkan dalam kain batik menggunakan canting. “Ini baru sekarang belajar membatik,” kata Ida Mahmudah, warga Puger yang tak lain istri nelayan.

Perempuan tersebut memiliki semangat tinggi untuk belajar membatik. Sebab, selama ini yang dikerjakannya hanyalah berdagang terasi dan ikan teri. “Kalau bisa membatik, bisa ada aktivitas ekonomi lain,” terangnya.

Keinginan untuk memulai usaha batik agar bisa menambah penghasilan. Sebab, bila cuaca buruk, suaminya tidak bisa melaut. “Nanti juga tergantung modal. Kalau ada modal bikin batik,” akunya.

Semangat ingin belajar membatik itu diwadahi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jember melalui pelatihan. “Mayoritas mata pencaharian warga  pesisir adalah melaut,” kata Azilsyah Noerdin, kepala OJK Jember.

Untuk itu, istri para nelayan dilatih agar memiliki kegiatan usaha guna membantu peningkatan ekonomi keluarga. Sebab, bila cuaca buruk, nelayan tidak bisa mencari ikan. “Kami ingin saat nelayan melaut atau tidak, istrinya juga membantu perekonomian,” tuturnya.

Diakuinya, Kecamatan Puger masih belum memiliki batik khas. Padahal, semangat warga untuk belajar dan memiliki batik cukup tinggi. Untuk itulah, pelatihan itu diharapkan bisa semakin memperkaya batik Jember.

Kegiatan itu bagian dari program Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Jember. Meliputi akademi, lembaga jasa keuangan, dan stakeholder lainnya. “Selama tiga hari dilatih, tiga bulan ke depan didampingi untuk memantau perkembangannya,” jelas Azil.

Karya batik mereka akan dipamerkan dalam kegiatan karnaval pada bulan Agustus mendatang. Tujuannya agar diketahui oleh masyarakat bahwa sudah ada batik Puger. Batik ini keterampilan yang unik, apalagi batik warisan budaya,” terangnya.

Azil berharap agar pemerintah menyediakan wadah bagi produk warga Puger. Tujuannya untuk memperkenalkan produk warga Puger kepada khalayak luas agar produk batik Jember bisa terus berkembang.

Sekretaris Camat Puger Gaguk Budi Santoso mengatakan, pihaknya memberikan fasilitas untuk meningkatkan keterampilan masyarakat. Sebab, akan meningkatkan taraf perekonomian warganya. “Siapa pun yang mau memberikan pelatihan bagi warga kami, kami persilakan,” terangnya.

Kecamatan Puger memiliki 12 desa. Beberapa perwakilan masing-masing desa diikutkan dalam pelatihan tersebut. Harapannya, mereka bisa menebarkan keterampilan pada warga lainnya.

Sementara itu, Andriyanto, anggota Asosiasi Pembatik Jawa Timur yang melatih para perempuan itu mengatakan, hal yang perlu dilakukan bagi pembatik pemula adalah mencari motif khas dari Puger. “Agar mahir, tergantung jam terbang. Semakin sering, semakin bisa,” pungkasnya. (*)

Reporter : Bagus Supriadi

Fotografer : bagus supriadi

Editor : Hadi Sumarsono