Terendam Lumpur hingga Satu Meter

Pascabanjir, Siswa Terpaksa Belajar di Rumah

‘TENGGELAM’: Puluhan bangku dan kursi di ruang kelas 5 SDN Sempol 01, Desa Sempol, Kecamatan Ijen, Kabupaten Bondowoso, tampak terendam lumpur setelah diterjang banjir bandang yang kedua kalinya, Sabtu (14/3) lalu.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Tiga hari setelah terjadinya bencana banjir bandang pada Sabtu (14/3) di Desa Sempol, Kecamatan Ijen, Kabupaten Bondowoso, ratusan siswa SDN Sempol 01 terpaksa diliburkan. Langkah ini dilakukan karena mereka tak punya ruangan yang bisa digunakan untuk belajar. Sembilan ruang kelas terendam pasir akibat banjir bandang.

IKLAN

Dari sembilan ruang kelas yang ada, tiga di antaranya terdampak paling parah. Banjir yang membawa lumpur ini membuat ruang kelas terendam lumpur bercampur pasir hingga tingginya mencapai satu meter. Tak heran jika puluhan bangku dan kursi di tiga kelas tersebut ikut terendam dan tak bisa digunakan.

Akibatnya, 246 siswa mulai dari kelas 1 hingga kelas 6 enam terpaksa diliburkan. Alternatif belajar di luar ruang juga tak bisa dilakukan, karena selain ruang kelas terbenam lumpur, halaman sekolah juga dipenuhi dengan pasir yang terbawa banjir bandang. Begitu pula dengan ruang kepala sekolah dan ruang guru. “Ruang kepsek dan ruang guru juga terendam pasir hingga 50 sentimeter,” ujar Kepala SDN Sempol 01 Sri Indah Winardi.

Bukan hanya lumpur yang mampir ke SDN Sempol 01, satu batang pohon berukuran besar ikut terseret banjir hingga masuk ke halaman dan terbawa ke teras ruangan. “Pohon berukuran besar itu menabrak pagar tembok di belakang sekolah dan nyangsang di tiang penyangga teras ruang kelas 5,” lanjut Indah.

Indah patut nelangsa. Sebab, sekolah yang dia pimpin tersebut belum lama ini baru selesai berbenah, setelah banjir bandang menerjang pada akhir Januari lalu. Kala itu, air bah bercampur pasir juga masuk ke halaman sekolah dan ruang perpustakaan, serta rumah dinas yang ditempati guru.

Dan kini, kejadian serupa terjadi lagi, namun dengan skala yang lebih parah. Bukan kemasukan pasir, namun lumpur juga ikut masuk dan bahkan terbawa ke ruang-ruang kelas. “Ada dua sepeda motor milik guru yang tertimbun pasir hingga tidak kelihatan. Demikian juga dengan tiga rumah dinas yang ditempati guru, juga parah, karena tertutup pasir hingga satu meter,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bondowoso Drs H Harimas Msi menuturkan, seluruh siswa diinstruksikan untuk belajar di rumah masing-masing selama 14 hari. “Sedangkan para guru tetap masuk untuk bersih-bersih sekolah,” ujar Harimas, yang didampingi Suroso dan Heru Yulianto, Pengawas Sekolah Kantor Dinas Pendidikan Bondowoso.

Terkait dengan pelaksanaan Ujian Nasional pada April mendatang, dirinya memastikan akan tetap berlangsung. Hanya saja, pihaknya akan tetap berkoordinasi dengan pihak terkait. “Karena SDN Sempol 01 ini merupakan tempat dari sekolah yang bergabung. Tetapi, kalau memang sudah kondisi aman, kita akan laksanakan Ujian Nasional pada bulan April mendatang,” pungkasnya.

Reporter : Jumai, Solikhul Huda

Fotografer : Jumai

Editor : Lintang Anis Bena Kinanti