Rombongan SMAN 3 Kecelakaan di Sragen

Sopir Meninggal, Siswa dan Guru Selamat

RUSAK PARAH: Kondisi bus pariwisata Ind's 88 yang ditumpangi rombongan SMAN 3 Jember mengalami kecelakaan di tol daerah Sragen. Sopir bus meninggal, sementara siswa dan guru selamat.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Bus rombongan SMA Negeri 3 Jember terlibat kecelakaan dengan sebuah truk di jalur Tol Solo-Kertosono kilometer 544 B, masuk wilayah Kecamatan Sambungmacan, Sragen, Jawa Tengah. Satu orang dinyatakan meninggal. Sementara, sembilan lainnya dilarikan ke rumah sakit terdekat.

IKLAN

Ahmad Khairudin, jurnalis Jawa Pos Radar Solo melaporkan, kecelakaan terjadi pada Rabu malam (25/1) pukul 23.30. Menurut informasi, rombongan ini hendak berwisata ke Jogja. Satu orang yang meninggal adalah sopir bus, Bambang Sudarmanto, 57, warga Jember Kidul, Kecamatan Kaliwates. Kecelakaan itu membuat bus pariwisata Ind’s 88 warna hitam merah ini rusak parah di bagian depan.

Bambang mengalami pendarahan hidung dan mulut, patah leher, dan benturan di tengkorak belakang, sobek pelipis kiri 1 cm. Beberapa tulangnya, baik tangan maupun kaki, mengalami patah tulang. Lantas jenazah dibawa ke kamar jenazah RSUD dr Soehadi Prijonegoro, Sragen. Tiga korban lain berhasil diselamatkan, tiga orang dirawat di RSUD dr Soehadi Prijonegoro, Sragen. Sementara itu, enam penumpang lain dibawa ke RSI Amal Sehat, Sragen.

Kasat Lantas Polres Sragen AKP Sugiyanto mengatakan, kejadian diduga akibat sopir mengantuk. Akibatnya, bus pariwisata 88 Trans dengan nomor polisi AG 8896 UT tersebut menabrak bagian belakang truk P 7188 UL saat melaju kencang. Setelah terjadi benturan keras, bus kehilangan kendali dan menghajar pembatas jalan.

Kabar insiden ini cepat menyebar. Beberapa guru yang ikut rombongan juga langsung mengabari Kepala SMAN 3 Jember Rasyid Althaf melalui telepon genggam. Berita tentang petaka ini sempat membuat dirinya syok. “Hampir semua guru telepon dan mengabarkan peristiwa itu,” kata Rasyid kepada Jawa Pos Radar Jember, kemarin.

Dia menjelaskan, rombongan pelajar SMAN 3 ini dalam rangka mengunjungi sejumlah kampus dengan nama kegiatan Tour de Campus (TdC). Kegiatan tersebut diikuti 473 siswa yang didampingi 27 guru. “Kegiatan ini setiap dua tahun sekali. Hanya kelas X dan XI saja yang ikut,” tuturnya

Menurutnya, TdC merupakan kegiatan rutin sekolah yang bersifat umum. Tujuannya untuk mengenalkan siswa dengan lingkungan perkuliahan. Sehingga, mereka memiliki banyak referensi dalam menentukan pilihan bakal memilih perguruan tinggi mana saat kuliah nanti. Lewat kegiatan ini juga diharapkan siswa semakin semangat untuk menggapai cita-citanya. “Siswa sendiri yang akan memilih kampus mana. Pihak sekolah hanya memfasilitasi izin, surat-menyurat ke pihak kampus, dan lainnya,” jelasnya.

Awal keberangkatan rombongan SMAN 3 Jember, kata dia, pada Rabu (16/1). Rombongan berangkat menuju Malang untuk ke Universitas Brawijaya dan Polinema. Rombongan yang terdiri atas 10 bus itu selanjutnya menuju kampus di Jawa Tengah. “Rencana pertama di daerah Jateng itu menuju ke Akademi Militer di Magelang,” jelasnya.

Dia mengaku, dalam perjalanan dari Malang menuju Jawa Tengah, rombongan juga sempat istirahat di Masjid Al Akbar di Surabaya sebelum melanjutkan perjalanan. Lantaran kejadian kecelakaan ini, rencana kunjungan akmil dibatalkan dan dipindahkan ke wisata Candi Borobudur.

“Kami pindahkan ke kompleks wisata Candi Borobudur untuk refreshing setelah kejadian kecelakaan. Tujuannya untuk mengembalikan mental siswa, karena khawatir syok,” tuturnya. Dia mengaku, tidak ada luka berarti, baik guru maupun siswa dalam rombongan. Kegiatan TdC pun bisa berlanjut.

Adelia, siswa kelas 10 SMAN 3 Jember yang berada dalam bus nahas tersebut mengaku, waktu itu rasa lelah dan kantuk mendera seluruh rombongan. Tidak hanya Adelia yang tidur, tapi hampir semua penumpang, termasuk guru dan siswa juga terlelap.

Adelia yang duduk di bagian tengah mengutarakan, malam itu suasana dalam bus cukup hening. Pencahayaan yang remang-remang juga membuat para penumpang nyaman memejamkan mata. Saat terlelap inilah, tiba-tiba kepala Adelia membentur kursi bagian depan. Seketika dirinya merasa syok dan panik. Terlebih, sejumlah temannya histeris sehingga semakin membuat suasana dalam bus kacau.

Adelia yang duduk di pinggir lebih leluasa berdiri dan keluar dari bus. Saat keluar dari bus, Adelia baru tersadar bahwa kendaraan yang ditumpanginya mengalami kecelakaan hebat sampai bagian depan bus rusak parah. Lantaran kaget, Adelia bersama teman-temannya seketika menangis. “Saat di bus semua panik. Tapi saat turun dari bus baru menangis karena tahu bahwa terjadi kecelakaan,” terangnya.

Syok berat yang dialami siswa membuat guru SMAN 3 Jember yang ikut dalam rombongan mencoba menenangkan mereka dengan kalimat istigfar. Adelia yang tidak mengalami luka berarti tak sampai dilarikan ke rumah sakit. Dia beserta teman-temannya langsung naik ke bus rombongan SMAN 3 Jember yang lain. “Kalau yang tidak mengalami luka-luka, kami disuruh naik ke bus lainnya,” jelasnya.

Sementara itu, ada lima siswa dan tiga guru yang mengalami luka-luka dibawa ke rumah sakit. Selain mereka, juga ada dua tour leader yang mengalami kondisi serupa. “Lukanya tidak berat, seperti lebam karena terbentur. Sementara, tour leader informasinya yang mengalami luka berat sampai patah tulang dan sopirnya meninggal dunia,” tuturnya.

Reporter : Dwi Siswanto

Fotografer : Istimewa

Editor : Mahrus Sholih