DPT Berkurang, Setara Pemilih Sekecamatan

“Bisa jadi ini karena akurasi (pengolahan, Red) data yang lebih valid. Semua dokumen dari DP4 dari pemerintah sudah diverifikasi secara komprehensif sebelum penetapan DPT.” Muhammad Syai’in, Ketua KPU Jember.

JEMBER, RADARJEMBER.ID Penetapan daftar pemilih tetap ((DPT) Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Jember tahun ini di luar perkiraan. Banyak yang mengira jumlahnya akan naik dibanding Pilkada 2015 lalu. Tapi nyatanya, jumlah pemilih tahun ini justru lebih sedikit. Adakah yang salah dengan proses pendataan hingga rekapitulasi DPT di Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Jember?

DPT pilkada tahun 2020 ditetapkan sebanyak 1.825.386 pemilih. Penetapan dilakukan melalui sidang pleno yang digelar di sebuah hotel di Kelurahan/Kecamatan Sumbersari, kemarin (15/10). Jumlah DPT yang ditetapkan turun dibanding DPT pilkada tahun 2015, yang tercatat 1.892.345 pemilih. Alhasil, ada selisih yang cukup signifikan, yakni berkurang 66.959 pemilih atau setara dengan jumlah DPT Kecamatan Jenggawah yang ditetapkan 64.507 pemilih.

Ketua KPU Jember Muhammad Syai’in menjelaskan, penetapan DPT dilakukan setelah melalui serangkaian tahapan. Mulai dari penerimaan daftar penduduk potensial pemilih pemilihan (DP4) yang diolah menjadi daftar pemilih sementara (DPS). Selanjutnya, diolah kembali dengan merekapitulasi dan melakukan perbaikan-perbaikan, meminta tanggapan masyarakat, dan disempurnakan lagi sebelum ditetapkan menjadi DPT. Dengan kata lain, ada tahapan yang sudah dilalui dengan cukup lama dan melibatkan banyak orang.

Ada apa sebenarnya sehingga DPT menjadi turun? Syai’in mengatakan, turunnya DPT terjadi karena pengolahan data dilakukan sedemikian valid. “Bisa jadi, ini karena akurasi (pengolahan, Red) data yang lebih valid. Semua dokumen dari DP4 dari pemerintah sudah diverifikasi secara komprehensif sebelum penetapan DPT,” ungkapnya.

Komisioner KPU Jember Ahmad Hanafi menyebut, KPU Jember memang melakukan penggodokan data pemilih lebih akurat. Hal itu karena sistemnya lebih ketat. Terkait turunnya jumlah pemilih pada pilkada tahun ini, menurut Hanafi, disebabkan karena banyak faktor.

Beberapa faktor yang memengaruhi turunnya jumlah DPT, kata dia, yaitu karena ada data ganda yang ditemukan. “Data ganda otomatis dicoret. Kemudian, ada juga yang dipengaruhi oleh angka kematian warga,” jelasnya.

Tak hanya itu, faktor lain yang tak kalah penting yakni perpindahan penduduk. Bisa jadi, dalam kurun lima tahun terakhir banyak warga yang dulunya ber-KTP Jember pindah ke luar kota. Dengan beberapa faktor tersebut, maka jumlah pemilih Pilkada 2020 lebih sedikit dibanding lima tahun lalu.

Pria yang membidangi bagian data di KPU Jember ini menyebut, sebelum KPU Jember menggelar pleno penetapan DPT, pihaknya sudah mengundang semua tim pasangan cabup-cawabup serta Bawaslu Jember untuk melakukan kroscek. “Sidalih juga sudah dikroscek. Jadi, penetapan DPT sudah dilakukan melalui mekanisme yang berlapis,” pungkasnya.

Editor: Mahrus Sholih
Reporter: Nur Hariri
Fotografer: Grafis Reza