SABAR Terima RPJMD Teknokratik, Bupati Amin Berharap Teknokratik Diserahkan saat Pencalonan

Sholikhul Huda/Radar Ijen MULAI TRANSISI: Bupati Amin Said Husni membuat RPJMD Teknokratik. RPJMD ini membuat rencana pembangunan lima tahun ke depan dengan pimpinan baru.

RADARJEMBER.ID- Pasangan Bupati dan Wakil Bupati terpilih Salwa Arifin-Irwan Bachtiar Rachmat (SABAR) menerima Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Teknokratik dari Bupati Amin Said Husni, kemarin (15/8). RPJMD Teknokratik itu, merupakan bahan dasar yang dipergunakan kepemimpinan selanjutnya untuk menyusun RPJMD lima tahun ke depan dengan kepemimpinan baru.

IKLAN

Bupati Amin dalam sambutannya mengatakan, RPJMD Teknokratik dalam garis besarnya berisi tiga hal. Yakni kondisi umum tentang Bondowoso, gambaran tentang kemampuan pengelolaan keuangan Bondowoso, dan isu-isu strategis. RPJMD Teknokratik merupakan pengantar pembuatan RPJMD kepemimpinan berikutnya. “Ini tersaji dalam bentuk buku yang cukup tebal, nanti bisa dihatamkan secara perlahan,” jelasnya.

Buku itu berisi hasil analisis teknokratik dan akademis. Kajian itu tentang pembangunan 5 tahun terakhir di Bondowoso. Mulai data, fakta, dan fenomena riel sampai permasalahannya.  Dijelaskannya, sebelumnya rancangan teknokratik itu ingin dipersiapkan dan disodorkan lebih awal. Bukan saat bupati dan wakil bupati terpilih, namun saat mereka mencalonkan diri.

Sistem ini dirasa perlu bagi pemerintah agar bisa menjadi acuan para calon untuk membuat visi dan misi. “Cuman ternyata aturannya tidak begitu, saat dikonsultasikan ke KPU, ternyata KPU tidak bersedia. Karena takut dianggap menyalahi aturan,” terangnya.

Padahal, kata Amin, jika melihat substansi dan kepentingan untuk membuat tentang visi-misi dan tema pembangunan ke depan, seharusnya rancangan teknokratik ini diserahkan lebih awal. Sehingga, para calon bupati dan wakil bupati ini, menyampaikan visi dan misinya juga isu-isu strategis kampanyenya, betul-betul berpijak pada kondisi umum, gambaran keuangan dan pengelolaan kemampuan, serta isu-isu strategis Bondowoso.

“Sehingga, kampanye-kampanye itu lebih landing, kampanye-kampanye itu lebih berpijak dan tidak bertolak dari kondisi sebenarnya. Baik itu dari kondisi dan tren positif pembangunan selama lima tahun, maupun permasalahan-permasalahan yang bisa disempurnakan dalam periode berikutnya,” paparnya.

Amin berharap, sistem ini bisa diperbaiki. Sebab, sebaiknya naskah rancangan teknokratik RPJMD itu idealnya diserahkan jauh hari ketika para calon menyusun rancangan program saat menjelang kampanye. Kalau sistem itu bisa diterapkan, bupati dan wakil bupati terpilih memiliki waktu yang luas untuk menyusun RPJMD yang baru. “Karena dari awal sudah punya rancangan teknokratik, rancangan ini semacam rancangan akademis dalam raperda,” bebernya.

Dalam sambutannya, Salwa Arifin selaku bupati dan wakil bupati terpilih menyambut baik atas diserahkannya rancangan teknokratik RPJMD 2019-2023. Menurut dia, ini merupakan tahap awal dalam rangka menyusun RPJMD Bondowoso. “Tentunya ini akan disempurnakan menjadi raperda,” jelasnya.

Dijelaskannya, saat pihaknya menerima, sempat merasa ngeri. Karena tebal. Salwa meminta doa agar pihaknya bisa menghatamkan buku tersebut untuk membangun Bondowoso lima tahun ke depan. “Sejak kami mencalonkan diri, kami berkomitmen untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Bondowoso,” tegasnya.

Oleh karenanya, RPJMD ini akan berisi visi misi SABAR. Yakni Bondowoso mandiri ekonomi, lestari, sejahtera, adil, dan bermartabat dalam bingkai akhlakul karimah. Untuk mewujudkan hal itu, ada beberapa hal yang perlu dibangun. Pertama, membangun manusia yang bermartabat dan berkarakter, melalui peningkatan pelayanan pendidikan dan kesehatan. Serta mengendalikan masalah sosial.

Kedua, membangun kemandirian ekonomi, dengan memperkuat sektor perkebunan dan pertanian, serta menggerakkan ekonomi rakyat dan menciptakan lapangan kerja. Ketiga, menghadirkan pemerintahan yang bersih, terbuka, transparan, edukatif, dan inovatif. Menggerakkan roda organisasi yang efektif dan melayani. Keempat, melestarikan kebudayaan dan lingkungan Bondowoso. “Itu sekelumit visi-misi kami yang akan dibahas dalam rapat koordinasi dari tim kami dan tim pemkab pada 20 Agustus 2018 yang akan datang,” tegasnya.

Reporter & Fotografer : Sholikhul Huda
Editor : Narto
Editor Bahasa: Imron Hidayatullah

Reporter :

Fotografer :

Editor :