Tampil Beda dengan Koki Muda

Abdul Choliq Baya

RADAR JEMBER.ID – WOW…. tak terasa sudah seperlima abad usianya. Ya… sudah 20 tahun Jawa Pos Radar Jember menemani pembaca. Tepatnya hari ini, 16 Juli. Ibarat perjalanan hidup manusia, lepas dari masa remaja masuk masa muda. Biasanya, jiwa muda identik dengan semangat menggelora. Menggebu-gebu. Maunya ingin tampil beda. Terkadang juga muncul pikiran nakalnya.

IKLAN

Itulah yang kini terjadi di Radar Jember. Jiwa dan semangat muda itu sedang diletupkan. Lewat ide-ide baru dan segar. Yang diekspresikan dalam gaya, pola, dan karya. Supaya awaknya bisa mengikuti perkembangan zaman. Sebab, era keemasan media sekarang kurang berpihak pada koran. Padahal, koran merupakan bisnis utama andalan Radar Jember.

Memang, beberapa tahun belakangan ini banyak media cetak yang mati. Kolaps. Bubar. Gulung tikar. Tapi, kami tak rela Radar Jember bernasib sama. Sevav, kami masih punya semangat juang untuk hidup. Keyakinan itu kami gelorakan di dada seluruh awak Radar Jember. Supaya semangat itu tidak menjadi pepesan kosong, maka harus diimbangi dengan banyak menggali ide-ide segar. Menciptakan aneka kreativitas. Termasuk inovasi baru yang lain. Supaya pembaca, pelanggan, maupun klien Radar Jember tidak pindah ke lain hati.

Oleh karena itu, menandai ultah ke-20 ini, kami bertekad melakukan perubahan. Sesuai dengan usia Radar Jember yang masih muda, semangat yang ditonjolkan juga serba muda. Muda jiwanya, pemikirannya, tampilannya, dan personal pengelolanya. Harapannya agar koran ini bisa terus mengikuti perkembangan zaman. Sehingga tidak mati. Atau ditinggal pembacanya. Selain itu, supaya akselerasi di internal maupun eksternal bisa lebih dinamis. Segar dan kekinian.

Perubahan dengan mengedepankan “jiwa dan pikiran muda” itu diawali dengan rotasi personel di tingkat elite. Diawali dengan mengangkat general manager (GM) baru, MS Rasyid. Tepatnya pada awal Maret tahun ini. Sebelumnya, Rasyid menjadi pemimpin redaksi (pemred) dan penanggung jawab Radar Semeru. Kini, dia jadi GM sekaligus pemred. Tujuannya, agar produk redaksi lebih sejalan dengan misi manajemen. Khususnya dalam menghadapi era sulit bagi perkembangan media cetak seperti sekarang.

Saat menjadi pemred, Rasyid sudah banyak melakukan perubahan di divisi redaksi.  Perubahannya cukup signifikan. Berkat tangan dinginnya, beberapa kali tim redaksi Radar Jember meraih juara dalam beberapa lomba. Baik di tingkat lokal, regional, hingga nasional. Mulai dari wartawan, fotografer, desain grafis, hingga layouter. Semua itu cukup membanggakan.

Karya lain dari hasil kreativitas dan inovasi berjiwa muda juga direalisasikan dalam bentuk produk jurnalistik. Namanya J-Tizen. Ini rubrik khusus di halaman Radar Jember. Isi, gaya bahasa, maupun konsep desain tampilannya disesuaikan dengan selera anak muda. J-Tizen ini sudah menghiasi halaman Radar Jember sejak tahun kemarin. Kebanyakan, penulisnya juga berasal dari kalangan pelajar dan mahasiswa.

Anak muda asal Sidoarjo ini juga memberi inovasi baru untuk model periklanan di koran ini. Iklan ucapan berbentuk display yang isinya cenderung formal dan kaku diubah. Format tampilannya dibuat menjadi humanis dan dinamis. Yaitu berupa foto santai diikuti quotation (kutipan) langsung dari pemasang iklan.

Sebelumnya, Rasyid juga memberi warna baru untuk iklan society dan advertorial (iklan berita). Kedua iklan itu dipermak dengan nama pictorial. Yaitu, iklan berita dengan lebih banyak menonjolkan foto. Tujuannya, foto-foto itu bisa lebih mewakili pesan yang ditonjolkan. Sebab, umumnya pemasang iklan lebih suka terlihat fotonya daripada banyaknya teks tulisan.

Program lain yang sedang dikembangkan saat ini adalah jurnalisme sinergi dan jurnalisme positif. Baik yang terkait dengan produk pemberitaan redaksi maupun iklan berita (advertorial). Produk jurnalisme sinergi itu bisa dinikmati setiap edisi Minggu. Nama rubriknya Rame-Rame. Objek atau sumber berita biasanya diundang ke kantor Radar Jember. Mereka diminta unjuk kemampuan yang dimiliki. Diajak berdiskusi. Sharing. Sekaligus menjelaskan keunikan ataupun kekhasan yang dimiliki.

Selain itu, saat ini Radar Jember juga menerapkan jurnalisme positif. Gaya beritanya lebih mencerahkan. Santun dalam menyikapi masalah. Meski demikian, beritanya tetap kritis namun solutif. Titik nyinyir. Tidak mengkritik membabi buta. Apalagi, sampai “menelanjangi” secara berlebihan.

Tak hanya konten iklan dan berita yang dipermak, ruang kerja redaksi juga “disulap”. Nuansa dinding ruang kantor yang biasanya tampak flat dan formal, dibuat lebih ceria. Salah satu bidang dinding yang lebar dilukis dengan ilustrasi kota Jember di masa depan. Sehingga nuansa ruang redaksi sekarang terlihat minimalis modern tapi penuh dengan nuansa ceria. Pelukisnya anak muda. Imron dan Cecep. Mereka adalah copy editor dan desainer grafis Radar Jember.

Perubahan lain yang dilakukan menandai ultah ke-20 Radar Jember kali ini adalah merombak total redaktur. Mereka yang semula bertugas di lapangan sebagai wartawan, kini menjadi redaktur. Yaitu koki yang bertugas mengolah berita dari wartawan agar menjadi suguhan berita siap dihidangkan untuk pembaca. Jadi, orang-orang muda semua yang pegang kendali di redaksi.

Model berita yang akan sering disajikan nantinya mirip seperti majalah. Berupa laporan khusus. News in-depth. Berita mendalam dan detail. Sebab, kalau koran menampilkan model straight news (berita langsung) akan sering kalah aktual dengan berita media daring (online). Dan, model ini sudah dimulai Radar Jember. Sejak tahun kemarin. Skalanya baru seminggu sekali. Setiap hari Senin. Nama rubriknya Spot Light.

Tentu tantangan ini lebih berat. Sebab, awak redaksi harus sering-sering menyiapkan laporan khusus. Bersifat tematik. Mengingat, Radar Jember adalah koran harian. Waktunya cukup pendek. Tapi, dengan spirit muda, Kami yakin tenaga-tenaga muda yang ada siap menjalankan tugas itu. Demi memberikan sajian terbaik untuk pembaca.

Para personel Radar Jember juga tak lupa di-refresh. Dengan cara disiapkan aktivitas baru. Seperti senam bersama dengan mendatangkan instruktur senam. Bersepeda sambil silaturahmi ke rumah teman-teman kantor. Juga ke tempat-tempat wisata dan kuliner. Tujuannya supaya lebih akrab dan kompak.

Ada juga program unik tapi menantang yang kini sedang dipersiapkan Rasyid dan kawan-kawan. Salah satunya rencana menggarap koran di Gunung Semeru. Tepatnya di destinasi wisata B-29 Lumajang. Peralatan komputer dan tenaganya akan diboyong semua ke B-29. Kapan? Masih dicarikan momen yang tepat. Tunggu saja tanggal mainnya.

Seluruh aktivitas dan program di atas dimaksudkan untuk memberikan nuansa baru. Supaya karyawan tidak bosan dengan rutinitas kerjanya. Tetap kompak. Hatinya senang. Pikirannya tenang. Termasuk semangat kerjanya lebih bergairah. Ide-ide segar yang kreatif dan inovatif itu tak lepas dari peran GM baru. Yang lebih aktif dan produktif. Juga tak lepas dari dukungan awak yang lain.

Sebagai bentuk apresiasi, manajemen memberikan reward kepada Rasyid. Sebuah tiket menjalankan ibadah umrah ke Tanah Suci. Insyaallah akan berangkat setelah musim haji tahun ini usai. Hari ini, seusai agenda khotmil Quran dan tasyakuran di kantor, juga akan diberikan penghargaan untuk karyawan terbaik dan yang banyak menginspirasi. (choliqbaya@gmail.com)

Reporter :

Fotografer :

Editor : Choliq Baya