Aklamasi, Mas’ud Ketua PCNU Lumajang

Khawas Auskarni/Rame BERJALAN LANCAR: Pelaksanaan Konfercab PCNU Lumajang berjalan lancar dengan mengantarkan M Mas’ud (kanan) menjadi ketua tanfidz dan KH Husni Zuhri (kiri) menjadi rais syuriah PCNU Lumajang.

JATIROTO – Proses puncak pelaksanaan Konfercab NU kemarin berlangsung dinamis. Memang sempat melewati perdebatan dalam penyusunan tata tertib. Namun berakhir kondusif. M Mas’ud terpilih secara aklamasi dengan perolehan sebanyak 138 suara. sembilan kandidat lainnya gugur di tahap pencalonan karena tidak memenuhi syarat suara minimal.

IKLAN

Pelaksanaan konferensi yang digelar di pondok pesantren Miftahul Ulum, Desa Banyuputih Kidul Kecamatan Jatiroto ini dimulai sejak 14 Juli. Kemarin adalah hari terakhir dan puncaknya pada pemiilihan ketua tanfidziyah. Proses ini diawali dengan pemilihan rais.

Pemilihan ketua tanfidz dimulai jam 15.55 setelah pemilihan rais. KH Husni Zuhri terpilih oleh ahlul halli wal aqdi  (ahwa) untuk menahkodari rais syuriah NU. Dalam pemilihan tahfid, dimulai dengan pembacaan tata tertib oleh pimpinan sidang Misbahul Munir dari PWNU Jatim.

Disebutkan jika ada sebanyak 234 ranting. Ditambah 21 MWC. Total ada 255 suara plus 1 suara dari penguruus demisioner. Namun, yang hadir MWC 21, sementara ranting ada 186. Jumlah total 208. Sesuai tata tertib, dinyatakan kuoprum jika ada sedikitnya 170 suara atau 2/3 persen peserta.

Proses dilakukan dua tahap. Pertama, pencalonan, kedua pemilihan. “Tata cara dengan menuliskan orang yang dipilih. “Ditulis nama terang tanpa embel-embel. Dipanggil satu-satu,” ucapnya. Prosespun berjalan. Satu MWC bersama rantingnya dipanggil untuk memilih nama yang dicalonkan. Yang lolos tahap pemilihan minimal dapat 50 suara.

Hasilnya, Abdul Wadud Nafis dapat Gus Mas’ud sempat bersaing ketat. Ada juga Gus Lutfi. Namun, total akhir, M. Mas’ud dapat 138 suara, Abdul Wadud Nafis (Gus Wadud dapat 38 suara). Delapan calon lainnya malah di bawahnya. Gus Lutfi dapat dukungan 10 suaura, Gus Nawawi 7 suara. (selengkapnya lihat grafis).

Dari hasil ini, praktis hanya ada satu calon yang dinyatakan lolos. Yakni M Mas’ud. Lelaki kelahiran Lumajang, 02 Pebruari 1978 ini kemudian ditetapkan aklamasi menjadi ketua terpilih.

Sebelum ditetapkan, KH Husni Zuhri yang melakukan pertemuan empat mata sesuai komitmen tata tertib  menjelaskan. “Bukan pribadi saya, tapi amanah jam’iyah yang diberikan pada saya dari ahwa. Alhamdulillah sudah dikomunikasikan, baca kita juga sudah bisa. Sudah sesuai aturan,” ungkap Pengasuh Miftahul Ulum ini.

Ini menurut dia adalah amanah. Dengan demikian, Kiyai Husni menegaskan bahwa menerima hasil keputusan yang disampaikan peserta konferensi. Kemudian, bersama M Mas’ud meneken kontrak jam’iyah. Baru setelah itu ditetapkan oleh pimpinan sidang ust Misbahul Munir dari PWNU Jatim menjadi ketua terpilih. Ditutup doa oleh Kiai Ghozin Barizi yang merupakan anggota ahwa.

Janji Tuntaskan PR Besar Hidupkan Ranting dan MWC, Tuntaskan RSNU

LUMAJANG – Usai ditetapkan sebagai calon terpilih, Mohammad Mas’ud langsung banjir ucapan selamat. Hampir semua peserta konfercab mengerubunginya. Diapun berjanji akan segera menuntaskan PR-PR besar NU dan menghidupkan ranting NU. Termasuk PR besar menuntaskan Rumah Sakit NU.

Di sela-sela ucapan selamat peserta, Mas’ud sempat diwawancarai Jawa Pos Radar Semeru. Dia mengatakan berterimakasih pada peserta yang mendukung dia menjadi ketua tanfidz PCNU. “Alhamdulillah, peserta adalah orangg yang bisa memilih dengan rasional. Saya fikir ini amanah bagi kami, terimakasih pada teman-teman yang telah memberi kepercayaan pada kami,” ujarnya.

Dia menguraikan visi ke depan. Pertama, revitalisasi lembaga yang ada di struktural PCNU. Kedua adalah PR PCNU ini menurut dia sangatlah banyak. Semua ini harus diselesaikan bersama-sama. Bagi kami, pekerjaan didepan sudah menanti,” ungkapnya.

Ketiga, dia ingin memberikan pelayanan. Warga NU di bawah, di ranting, MWC harus mendapatkan layanan terbaik. “Komitmen kami NU ke depan ranting-ranting NU dan MWC bisa hidup,” tegasnya.

Sebelum ditetapkan, setelah dinyatakan menjadi satu-satunya calon yang lolos ke pemilihan, memang sempat diagendakan untuk bertemu empat mata dengan ketua rais syuriah terpilih yakni KH R Husni Zuhri.

Jawa Por Radar Semeru meminta sedikit bocoran. Gus Ud, sapaannya sempat tertawa.  Namun dia kemudian menjelaskan sedikit hasil pertemuan empat mata itu. dia menyebutkan, cara tersebut adalah komitmen dan sistem yang dibangun oleh ahlul halli wal aqdi  (ahwa).

Jadi, dia mengaku tidak sekedar memilih rais sebagai tugas utama. Tetapi memberikan amanah pada rais dan ketua tanfidz terpilih. “Kami, rais dan ketua tanfid terpilih dalam menyusun kepengurusan tidak meninggalkan ahwa. Sebagai kyai sepuh yang harus disepuhkan perlu untuk memberikan masukan dan pertimbangan pada kami,” ungkapnya.

Bahkan, dalam pertemuan empat mata itu, Gus Ud sempat dites baca kitab yang menjadi syarat pencalonan. “Saya dites baca kitab juga tadi. Saya disuruh baca kitab fathul qorib tadi. Dan saya baca,” terangnya.

Komitmen untuk PR besar di antaranya adalah menuntaskan RSNU. Gus Ud menegaskan bahwa itu adalah PR besar. “Ini merupakan yang saya katakan pekerjaan rumah NU yang belum selesai, ini harus kita tata lagi,” pungkasnya. (fid/sh)

Reporter :

Fotografer :

Editor :