Korban Perampokan, Koreografer Meninggal Dihantam Tabung LPG

MENCARI JEJAK: Petugas kepolisian melakukan olah TKP di lokasi pembunuhan. Hasil penyelidikan sementara, korban meninggal akibat dihantam tabung elpiji 3 Kg oleh pelaku yang bermaksud menguasai harta korban.

KALIWATES, RADARJEMBER.ID- Teka-teki meninggalnya Yohanes Satriyo Leonardo Gery, 35, mulai terjawab. Hasil penyelidikan kepolisian mengungkap, korban yang berprofesi sebagai penata busana itu diduga meninggal setelah dihantam tabung gas elpiji 3 Kg. Korban diduga menjadi korban perampokan dengan pembunuhan.

IKLAN

“Kami temukan korban di dalam kamarnya dengan posisi tertelungkup dengan berlumuran darah,” tutur AKP Fran Dalanta Kembaren, Kasatreskrim Polres Jember kepada wartawan, Jumat (15/5).

Setelah melakukan olah TKP, dugaan sementara korban menghembuskan napas terakhir setelah mendapat penganiayaan. Karena saat ditemukan, korban mengalami luka di bagian kepala belakang akibat dihantam benda keras.
“Untuk lebih jelasnya nanti dari hasil autopsi, ya,” ujar Fran.

Dari lokasi polisi mengamankan beberapa barang bukt. Di antaranya tabung LPG 3 Kg yang ditengarai digunakan untuk menghabisi nyawa pria yang tinggal sendirian di rumah No 32 Jalan Kertanegara, Kelurahan Jember Kidul, Kecamatan Kaliwates, Jember, Jawa Timur, tersebut.

Hasil penyelidikan sementara juga mengungkapkan, korban sengaja dibunuh oleh pelaku untuk mengusai harta benda korban. Sebab, selain ditemukan jasad korban, mobil milik korban yang biasa diparkir di depan rumah juga hilang.

“Sementara kami selediki terlebih dahulu karena menurut keterangan keluarga, mobil korban tidak ada di tempat,” pungkas Fran.

Setelah polisi melakukan olah TKP, jasad korban langsung dievakuasi ke kamar mayat RSD dr Soebandi Jember untuk dilakukan autopsi. (*)

Reporter : Jumai

Fotografer : Jumai

Editor : Mahrus Sholih