Usul Jadi UIN KH Achmad Shiddiq

Selangkah Lagi, IAIN Jember Beralih Status

CITA-CITA BESAR: IAIN Jember terus berupaya melengkapi persyaratan menuju UIN. Mulai dari sumber daya manusia, perangkat kelembagaan sampai pengembangan sarana prasarana. Karena itulah, berbagai fasilitas termasuk gedung-gedung megah dibangun untuk mewujudkan cita-cita besar itu.

RADARJEMBER.ID – Nama KH Achmad Shiddiq diusulkan untuk menjadi nama perguruan tinggi negeri (PTN) di Jember. Rencananya, nama tokoh besar nan karismatik itu akan dijadikan nama kampus IAIN Jember. Setelah selesai beralih status, akan berganti menjadi nama UIN KH Achmad Shiddiq.

IKLAN

“Untuk nama itu, kami sudah meminta izin pada keluarga agar diberi nama UIN KH Achmad Shiddiq,” kata Rektor IAIN Jember Prof Babun Suharto. Nama itu dipilih karena KH Achmad Shiddiq merupakan penggagas dan perintis berdirinya perguruan tinggi agama pada 1964 lalu.

Selain itu, dia tokoh nasional asal Jember yang memiliki pemikiran untuk menjadikan Pancasila sebagai dasar ideologi bangsa. “Sudah selayaknya kami menempatkan nama besar beliau pada perguruan tinggi yang dirintisnya,” ucapnya.

Apalagi, proses alih status IAIN Jember menjadi UIN terus dipersiapkan. Para pimpinan IAIN Jember diminta untuk presentasi tentang kesiapan IAIN Jember menjadi UIN dalam kegiatan koordinasi Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKIN) di Hotel 101 Bogor, Selasa (14/5). Dirjen Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Kemenag RI mengundang enam PTKIN

“Diktis juga mengundang kampus lain untuk menyaksikan prosesnya,” tambahnya. Sebab, target Kemenag RI pada tahun 2024 mendatang, jumlah UIN bisa mencapai 30 lembaga, sementara saat ini masih berjumlah 17 UIN.

Enam PTKIN yang diundang itu adalah IAIN Palangkaraya, IAIN Jember, IAIN Tulungagung, IAIN Purwokerto, IAIN Padangsidimpuan, dan IAIN Bengkulu. Dalam penilaian, IAIN Jember menempati peringkat pertama.

Menurut dia, ada sekitar 24 poin yang menjadi penilaian. Awalnya, pihak IAIN Jember diminta menilai sendiri dari beberapa poin tersebut. Kemudian, dijelaskan oleh tim penilaian. “IAIN Jember harus segera meningkatkan kualitas, terutama perpustakaan yang harus segera diakreditasi,” paparnya.

Untuk itu, kata dia, Agustus 2019 mendatang, perpustakaan IAIN Jember harus segera melakukan akreditasi pada Perpusnas RI. Selain itu, jumlah mahasiswa juga harus ditambah. “Jumlah hari ini 13 ribu mahasiswa, padahal seharusnya 17 ribu,” ungkapnya. Untuk itu, tahun ajaran ini IAIN Jember akan menerima 4500 mahasiswa.

Selain itu, Babun menargetkan pada tahun 2020 akreditasi institusi dari B menjadi A. Untuk itu, prodi yang masih C harus sudah melakukan reakreditasi pada November 2019. hal itu guna mendukung tercapainya akreditasi institusi A.

Menurut Babun, IAIN Jember terus berupaya melengkapi persyaratan menuju UIN. Mulai dari sumber daya manusia, perangkat kelembagaan, pengembangan sarana prasarana, dan lainnya. “Dukungan dari seluruh civitas academica IAIN Jember menjadi modal besar untuk segera mewujudkan menjadi UIN,” terang Ketua Forum Rektor PTKIN ini.

Saat ini, IAIN Jember sudah memiliki tujuh guru besar serta puluhan doktor. Beberapa kegiatan dilakukan, seperti program gerakan lima ratus buku, doktorisasi dosen, dari 40 dosen tahun 2014 menjadi 72 dosen bergelar doktor pada tahun 2018, post doktoral dalam rangka akselerasi guru besar, dan kerja sama internasional.

Kemudian, IAIN Jember juga memiliki program studi umum. Seperti pendidikan matematika, biologi, dan psikologi. Beberapa program studi juga telah mendapatkan nilai A. “Kami minta dukungan semua masyarakat Jember, civitas academica hingga para tokoh untuk memajukan IAIN,” tandasnya.

Reporter : Bagus Supriadi

Fotografer : Jumai

Editor : MS Rasyid