Meski Tak Seramai Ramadan Sebelumnya

Pedagang Babebo Jadi Alternatif

TUNGGU PEMBELI: Dua pedagang babebo membuka lapaknya di sekitaran Stasiun Kalisat. Meski tak seramai Ramadan sebelumnya, namun sebagian masyarakat tetap ada yang membeli baju bekas itu untuk Lebaran.

RADAR JEMBER.ID- Kebiasaan mengenakan pakaian baru saat Idul Fitri sudah menjadi tradisi masyarakat Indonesia. Meski tak semua orang bisa mewujudkan keinginan tersebut. Alternatifnya, mereka memilih baju bekas bos (babebo), sehingga banyak pedagang babebo yang masih menjadi incaran sebagian masyarakat untuk memenuhi kebutuhan Lebaran.

IKLAN

Seperti yang terlihat di Jalan HOS Cokro Aminoto, Kalisat. Memasuki sepuluh hari pertama Ramadan tahun ini, kawasan itu dipenuhi oleh puluhan pedagang babebo. Apalagi, Rabu (15/5) kemarin, merupakan hari pasaran di kecamatan tersebut. Praktis, aktivitas perdagangan terlihat lebih ramai daripada hari biasanya. Bahkan, itu berlangsung mulai pagi hingga siang hari.

Mistawar, salah seorang pedagang babebo menceritakan, dirinya telah melakoni profesi tersebut sejak 20 tahun lalu. Menurutnya, baju bekas yang dia jajakan masih cukup diminati masyarakat. Namun, tahun ini kondisinya tak seramai tahun-tahun sebelumnya. “Daya beli masyarakat berbeda dibandingkan tahun lalu. Sekarang agak sepi,” jelas Mistawar.

Meski begitu, pedagang asal Kecamatan Bangsalsari ini tak kehilangan akal. Dia menggunakan prinsip jemput bola. Setiap hari dirinya berpindah-pindah tempat. Tak hanya di kawasan Jember utara, Mistawar juga membuka lapaknya di wilayah Jember selatan. Seperti di Kecamatan Puger, Tempurejo, dan Ambulu. Bahkan, juga di kawasan kecamatan kota Kaliwates, hingga Maesan, Bondowoso.

Kondisi serupa juga dialami Adi Susanto, pedagang babebo yang lain. Tahun ini, kata dia, pembeli babebo tak seramai tahun lalu. Bahkan, dia mengaku, setiap membuka lapak pendapatannya terus menurun. Padahal, mereka mengeluarkan biaya operasional. Seperti membeli bahan bakar minyak (BBM) dan upah karyawan.

Dia memperkirakan, turunnya omzet pedagang karena Lebaran tahun ini hampir bersamaan dengan musim tahun ajaran baru. Masyarakat lebih konsentrasi terhadap kebutuhan anak sekolah. “Tapi alhamdulillah, dagangan kami masih laku. Jadi, tetap bisa merayakan Lebaran bersama keluarga,” ucapnya. (*)

Reporter : Winardyasto

Fotografer : winardyasto

Editor : Mahrus Sholih