Kecam Ide People Power

DEKLARASI: Para kiai dan tokoh di Bondowoso saat melakukan deklarasi mendukung KPU, Bawaslu, TNI, dan Polri di Masjid Al Falah, Pancoran

BONDOWOSO RADAR JEMBER.ID – Para ulama dan tokoh masyarakat melakukan deklarasi damai di Masjid Al Falah, Pancoran, kemarin (15/5). Deklarasi itu terkait dukungan terhadap KPU, Bawaslu, TNI, dan Polri yang telah mengawal dan melaksanakan Pemilu 2019. Selain itu, deklarasi itu juga berisi kecaman terhadap ide people power, karena tidak sesuai dengan Pancasila dan UUD 1945.

IKLAN

KH Kurdi Sulaiman yang memimpin deklarasi damai mengatakan, masyarakat Indonesia ini hidupnya bertetangga. Selain itu, hidup berbangsa dan bernegara. Karenanya, para ulama dahulu turut serta merumuskan Pancasila sebagai lambang negara. Selanjutnya, UUD 1945 yang menjadi dasar negara mengatur adanya pemilihan umum. “Siapa pun yang dipilih masyarakat, itulah yang dikehendaki Allah SWT,” jelasnya.

Dijelaskannya, sistem pemilu di Indonesia selama ini sudah berjalan puluhan tahun. Ketika ada yang tidak terima dengan Pemilu 2019 lantas ada ide people power, maka itu sudah melawan NKRI. Karena itu, pihaknya berharap masyarakat untuk lebih bijak menyikapi berbagai ajakan pihak-pihak yang tidak sejalan dengan NKRI. “Pemilu adalah amanah undang-undang, presiden siapa pun yang terpilih, maka itu yang dikehendaki Allah,” tegasnya.

Undang-undang juga sudah mengatur sistem pemilu yang rapi dan transparan. Misalnya dalam pelaksanaannya ada KPU, dalam pengawasannya ada Bawaslu, dan dalam pengamanannya ada TNI dan Polri. Semuanya itu sudah diatur sangat transparan. Bahkan, di setiap TPS ada pengawas dari Bawaslu, pengawas dari partai, sampai pengawas independen. “Kalau dibilang curang, kami rasa prosesnya sudah sangat transparan,” terangnya.

Forum itu juga mengucapkan berterima kasih terhadap KPU, Bawaslu, TNI, dan Polri yang telah melaksanakan dan mengawal Pemilu 2019. Selain itu, seluruh hadirin juga mengucapkan belasungkawa atas meninggalnya para petugas TPS. Dalam hal ini, negara juga tidak tinggal diam. Menteri atas perintah presiden memberikan belasungkawa berupa santunan dari Menteri Keuangan. “Kami rasa, mereka yang wafat saat pemilu adalah para pejuang demokrasi. Negara memberikan santunan merupakan langkah yang bagus,” ujar Arik, salah seorang pemuda.

Perlu diketahui, selain beberapa kiai yang hadir, tokoh pemuda juga hadir dalam acara tersebut. Di antaranya Gus Ishom, menantu Bupati KH Salwa Arifin dan Muhammad Irsan Marwanda Bachtiar yang merupakan anak Wakil Bupati Irwan Bachtiar. Acara deklarasi ditutup dengan salawat dan buka bersama. (*)

Reporter : Solikhul Huda

Fotografer : solikhul huda

Editor : Narto