Bahas Nasib Megalitikum Grujugan

Hari Ini Dijadwalkan Mediasi

PEDULI SEJARAH: Forum Bondowoso Tempoe Doeloe (BTD) berkumpul membahas aksi dukungan untuk #SaveMegalitikumGrujugan

BONDOWOSO RADAR JEMBER.ID – Kerusakan beberapa benda purbakala di situs cagar budaya yang ada di Dusun Jaringan, Desa Pekauman, Kecamatan Grujugan membuat pencinta sejarah merapatkan barisan. Mereka berkumpul untuk merumuskan rencana kerja bersama untuk mendukung upaya penyelamatan benda purbakala.

IKLAN

“Ini adalah warisan nenek moyang yang tak ternilai harganya. Jangan sampai kepentingan industri merusak situs purbakala yang sudah ditetapkan undang-undang,” ujar Afifi, salah satu juru bicara Forum Bondowoso Tempoe Doeloe (BTD) usai pertemuan bersama.

Mereka berharap pemerintah bisa bertindak tegas dan tangkas agar jangan sampai ada kerusakan lagi. Kalaupun dengan terpaksa pihak swasta tetap membangun pabrik di lokasi sebagaimana yang investasi yang sudah direncanakan, diharapkan tidak sampai merusak cagar budaya yang ada. “Sebenarnya sangat disayangkan. Tapi mau bagaimana lagi. Kalau terpaksa, jangan sampai benda purbakalanya dirusak karena itu adalah peninggalan bagi anak cucu kita,” paparnya.

Ke depan, diharapkan kasus ini tidak terulang lagi. Rencana pengembangan industri, seharusnya perizinannya baru diturunkan setelah mengkaji aspek. Termasuk potensi rusaknya cagar budaya, serta aspek sosial lain. “Sebab, Bondowoso ini kaya akan peninggalan purbakala. Mestinya izin diturunkan setelah semuanya dikaji. Jangan langsung membangun,” tegas Afifi.

Dikonfirmasi terpisah, anggota Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Blasius Suprapta yang kemarin berkunjung sidak ke lokasi, menuturkan akan ada pertemuan bersama. Musyawarah  areal yang akan dibangun pabrik itu kaya akan benda megalitikum. “Pertemuan akan diadakan di kantor BPCB (Balai Pelestarian Cagar Budaya, Red) Trowulan yang ada di Mojokerto. Pertemuan akan mengundang semua pihak, termasuk pihak swasta yang akan membangun pabrik di sana,” ujar Blasius.  (*)

Reporter : Adi Faizin

Fotografer : adi faizin

Editor : Narto