Latihan Musik Patrol yang Menghibur Masyarakat

Hadirkan Nuansa Pandhalungan Jelang Sahur

KOLABORASI MUSIK: Selama Ramadan tahun ini, Grup Musik Patrol Bekoh Kerreng rutin menggelar latihan. Selain untuk mengasah kemampuan personel mereka, tampilan grup musik ini juga menjadi tontonan masyarakat sambil menunggu waktu sahur.

RADAR JEMBER.ID – Musik patrol merupakan salah satu kesenian di Kabupaten Jember. Bahkan, musik yang menggunakan alat pukul itu tak lagi dianggap sebagai musik kampungan, karena saat ini musik tradisional tersebut telah mendapat sentuhan modifikasi. Sehingga patrol enak dinikmati dan bisa diterima oleh semua kalangan.

IKLAN

Rupanya, perkembangan musik khas Pandhalungan ini juga dimanfaatkan masyarakat meramaikan bulan Ramadan. Seperti yang terlihat di Jalan Kasuari, Lingkungan Kedawung Kidul, Kelurahan Gebang, Patrang, dini hari kemarin (15/5). Jika di hari biasa kawasan itu terlihat sepi, namun saat Ramadan jalan tersebut mendadak ramai.

Maklum saja, warga setempat menggelar pentas musik patrol meski tampak ala kadarnya. Beralaskan terpal plastik warna biru dan menempati halaman parkir mini market berjaringan, Grup Musik Patrol Bekoh Kerreng memainkan musik untuk memberikan hiburan gratis pada masyarakat. Ini juga sekaligus menjadi ajang latihan sembari menunggu waktu sahur.

Ketua Grup Musik Patrol Bekoh Kerreng Slamet Sutrisno mengatakan, sejak berdiri 2015 lalu, grup musik ini rutin berlatih kendati di bulan Ramadan. Hanya saja, kata dia, jadwal latihan digeser dari hari-hari sebelumnya. “Biasanya kami berlatih pukul 19.00 hingga pukul 22.00. Berhubung bulan puasa, jadwal latihan diundur sembari menunggu waktu sahur,” ungkapnya.

Bekoh Kerreng memiliki 16 orang pemain. Mereka semua berusia muda. Bahkan, di antaranya ada yang masih berstatus pelajar sehingga setiap kali mereka tampil berlatih, banyak masyarakat yang ikut menonton. Selain untuk melihat atraksi para pemain, warga juga ingin menghabiskan waktu mereka sebelum santap sahur. “Mau pulang tanggung, sudah mepet waktu sahur. Jadi habis tadarus nonton musik patrol dulu,” tutur Ardian, warga setempat.

Menurut Ardian, musik patrol yang dimainkan itu berbeda dengan musik patrol yang lain. Sebab, yang disuguhkan oleh Bekoh Kerreng tak hanya menampilkan harmoni alat musik pukul saja, tapi juga mengolaborasikannya dengan musik hadrah. “Jadi, menghasilkan tontonan yang apik. Karena tidak sekadar mencirikan musik tradisional saja, tapi juga beraroma religius,” ucapnya. (*)

Reporter : Winardyasto

Fotografer : winardyasto

Editor : Mahrus Sholih