Pelaku Diancam Hukuman 7 Tahun Penjara

Dipepet, Kontak Dilepas, Lalu Diancam Celurit

PERDAYA KORBAN : Dua pelaku begal asal Desa Kedungmoro Kecamatan Kunir ini terlihat beraksi di depan korban dalam rekonstruksi

LUMAJANG RADAR JEMBER.ID – Aksi pembegalan yang terjadi di kawasan Candipuro kemarin dilakukan rekonstruksi. Diketahui jika korban sempat dipepet kendaraannya oleh dua pelaku yang berboncengan. Setelah kontak korban diamankan, baru diancam celurit supaya melepaskan kendaraannya.

IKLAN

Kasus perampasan sebuah sepeda motor beberapa pekan lalu itu melibatkan dua kawanan begal di Desa Sumberejo, Kecamatan Candipuro, Lumajang. Kedua tersangka yakni Hosy Priyandi yang berumur 25 tahun dan Ahmad Nizer yang lebih muda, yakni berumur 20 tahun. Keduanya sama-sama warga Desa Kedungmoro, Kecamatan Kunir.

Rekonstruksi yang dipimpin langsung Kapolres Lumajang, AKBP DR. Muhammad Arsal Sahban itu menunjukkan aksi pelaku memperagakan sejumlah adegan. Saat detik-detik perampasan sepeda motor diketahui aksinya cukup keji.

Awalnya, keduanya berboncengan menggunakan sepeda motor jenis Satria FU 150 berangkat dari rumahnya. Setelah menemukan sasaran, keduanya segera berbagi tugas. Pelaku bernama Hosy yang menyetir langsung memepet korban. Sedangkan Nizer ketika itu dengan cepat melepas kontak motor korban. Setelah mesin motor dimatikan, Nizer lantas turun lalu mengancam korban dengan sebilah celurit.

Menurut Kapolres, pihaknya tidak akan main-main dengan aksi kejahatan begal yang selama ini seringkali meneror dan mengancam keamanan wilayah Lumajang. Bahkan untuk membuat para pelaku begal motor jera petugas kepolisian dari tim Cobra Polres Lumajang tidak akan segan menghujani mereka dengan timah panas.

“Tim Cobra tidak akan main-main dalam memberantas kriminalitas di wilayah Lumajang. Bisa dilihat kedua pelaku harus kami hentikan dengan timah panas karena saat penangkapan berusaha melawan petugas,” ujar Arsal.

Untuk itu, Arsal menghimbau kepada para pelaku kejahatan seperti begal agar tidak lagi melakukan aksi kejahatannya. Hal ini lantaran bahwa Arsal tidak akan pernah peduli dengan berapa banyak peluru yang akan dilepaskan demi menghentikan gerak pelaku. “Tak peduli berapapun peluru yang harus saya keluarkan untuk para pelaku kriminal,” tegas Kapolres.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Lumajang, AKP Hasran ‘Cobra’, mengatakan bahwa pihaknya akan terus konsisten memberantas para begal hingga ke akarnya. “Tim Cobra tak segan-segan akan tembak di tempat kepada pelaku begal. Ini adalah peringatan terakhir dari kami,” katanya. Lanjutnya, kini keduanya terancam dengan kurungan penjara minimal 7 tahun. “Kedua pelaku melanggar pasal 363 KUHP dengan ancaman kurunga penjara selama 7 tahun,” pungkas Katim Cobra.(*)

Reporter : Ahmad Jafin

Fotografer : ahmad jafin

Editor :