Keluarkan Gas Beracun, Pendakian Belum Ditutup

Dilarang Turun ke Kawah Ijen

BONDOWOSO RADAR JEMBER.ID – Pengunjung Kawah Ijen beberapa hari ini diimbau untuk tidak turun ke kawah. Sebab, Kawah Ijen saat ini mengeluarkan gelembung beracun. Sehingga jika biasanya pengunjung masing bisa turun ke kawah langsung, beberapa hari ini ada larangan keras.

IKLAN

Kabid Wilayah III BKSDA Setyo Utomo menjelaskan, adanya peringatan pelarangan itu memang dikeluarkan BKSDA. Namun, tidak berarti menutup pendakian. Pendakian ke puncak gunung setinggi 2.799 m itu masih dibuka. Namun, pengunjung hanya boleh menikmati Kawah Ijen dari kaldera. “Kalau untuk turun, ada peringatan keras, sebab berbahaya,” jelasnya.

Dijelaskannya, BKSDA sendiri belum bisa menentukan atau memberi keterangan tentang fenomena tersebut. Secara resmi, akan ada rapat bersama PVMBG dan berbagai pihak lainnya. Rencananya rapat itu dilakukan hari ini. Baru ketika ada sumber penelitian dari PVMBG, akan diketahui tingkat bahaya, jenis fenomena, dan sebagainya.

Catatan Radarjember.id, tahun lalu ada fenomena gelembung di Kawah Ijen. Tepatnya saat pergantian musim. Saat itu gelembung tersebut terhempas angin dan sampai di permukiman warga. Karenanya, warga sempat mengungsi. Sebab gas yang terhempas itu mengandung racun.

Namun, kejadian itu tidak terjadi tahunan. Hanya insidental. Walau begitu, kunjungan ke Kawah yang memiliki daya tarik Blue Fire itu tetap tinggi. Baik dari arah Banyuwangi maupun dari arah Bondowoso. Karenanya, banyak turis asing yang berminat mengunjungi Kawah Ijen. (*)

Reporter : Solikhul Huda

Fotografer : solikhul huda

Editor : Narto