Pabrik Roti dan Rumah Rongsokan Terbakar

Puntung Rokok Diduga Hanguskan Bangunan Semi Permanen

BERHASIL DIPADAMKAN: Petugas pemadam dan warga berupaya memadamkan api yang melalap rumah roti dan rumah rongsokan, di Rambipuji.

RADAR JEMBER.ID – Amukan si jago merah terjadi di Jalan Bedadung, Lingkungan Kidul Pasar RT 2 RW 14, Desa/Kecamatan Rambipuji. Api melahap tempat pembuatan roti milik Andi dan Ica, serta rumah rosokan milik Jabar, warga setempat.

IKLAN

Kebakaran tersebut baru diketahui sekitar pukul 13.15, saat api dan asap membubung tinggi. Warga sekitar yang mengetahuinya sontak berteriak meminta pertolongan. Dalam hitungan detik, warga datang dengan membawa peralatan timba, bak, dan wadah lainnya dan bergotong royong untuk menyiram dua bangunan semi permanen tersebut. Sayangnya, upaya warga yang menyiram api dengan timba tampak sia-sia. Api terus membesar dan melalap bangunan atap rongsokan dan pabrik roti.

Tak lama kemudian, petugas pemadam datang dan langsung menyiram kobaran api pada dua bangunan yang bersebelahan tersebut. Pada saat petugas tiba, bangunan tradisional tempat penyimpan rongsokan sudah ambruk dan ludes terbakar. Sementara itu, rumah industri roti habis terbakar separuhnya. Namun demikian, atap bangunan juga ambruk dan lebih dari separuh peralatan roti hangus terbakar. Api baru berhasil dipadamkan sekitar 30 menit kemudian. Kecepatan penanganan tersebut membuat api tidak menjalar ke sejumlah bangunan yang menyatu dengan pabrik roti.

Informasi yang berhasil dikumpulkan, kebakaran itu terjadi diduga karena adanya orang yang membuang puntung rokok, sehingga membakar barang bekas di pinggir timur bangunan rongsokan. Api kemudian membesar dan membakar bangunan rongsokan terlebih dahulu. Kobaran api selanjutnya menjalar ke pabrik roti. Namun demikian, penyebab pasti insiden itu masih diselidiki oleh kepolisian Polsek Rambipuji.

Komandan Pemadam Kebakaran Regu A Pos Rambipuji M Buhar menyebutkan, proses penyiraman bisa dilakukan secara cepat berkat jaraknya yang dekat. “Hanya satu tangki air, kebakaran bisa dipadamkan. Itu karena cepatnya informasi, karena tadi langsung disusul dan jaraknya dekat. Tetapi untuk memastikan api benar-benar padam, kita tambah satu tangki air lagi,” ucapnya.

Sementara itu, disinggung terkait penyebab kebakaran dua bangunan semi permanen tersebut, Buhar menyebut, pihaknya belum bisa memastikan. “Untuk penyebab pastinya belum diketahui. Termasuk kerugiannya juga akan dihitung,” tegasnya.

Sementara itu, Andi, pemilik pabrik roti, mengaku tidak berada di lokasi saat kebakaran terjadi. Begitu pula dengan pemilik rumah rongsokan juga tak ada di tempat. Meski tak ada korban jiwa atau pun luka, namun kerugian materi diperkirakan mencapai sekitar Rp 10 juta. (*)

Reporter : Nur Hariri

Fotografer : Tri Joko

Editor : Lintang Anis Bena Kinanti