Agar Terhindar Kejahatan Seksual

Siswa TK Dibekali Pendidikan Seks

BUKAN HAL TABU: Kini, pendidikan seks tak hanya diberikan untuk remaja dan orang dewasa, murid TK juga sudah dibekali pemahaman tersebut. Seperti yang dilakukan TK Katolik Siswa Rini 2 Jember.

RADAR JEMBER.ID – Potensi kejahatan seksual terhadap anak harus dicegah sejak dini. Mereka perlu diberi pemahaman agar terhindar dari aksi pelecehan seksual. Inilah yang melatarbelakangi TK Katolik Siswa Rini 2 Jember untuk memberikan pendidikan seks kepada anak didik di sekolah setempat.

IKLAN

Kepala TK Katolik Siswa Rini 2 Jember Irmina Sulastri menjelaskan, pendidikan seks di sekolah ini merupakan bagian dari program bina rohani mental (birontal). Tapi tak semua kelas dikenalkan tentang pendidikan seks. Hanya kelas B yang diberi materi tersebut. Bahasa yang digunakan juga masih sederhana, sesuai dengan daya tangkap anak.

“Tentunya guru tidak menerangkan kepada siswa apa itu seks secara vulgar, namun sebatas pengetahuan seks dasar yang disesuaikan usia mereka,” jelas Irmina.

Menurutnya, agar siswa memahami materi pendidikan seks, guru sengaja menggunakan metode presentasi menggunakan gambar saat menerangkan. Materi tersebut cukup sederhana. Seperti apa itu alat kelamin, kenapa alat kelamin pria dan wanita itu berbeda, serta organ tubuh bagian mana yang boleh disentuh dan tidak boleh disentuh.

“Mereka sangat antusias manakala mendapatkan pelajaran seksual selama enam puluh menit. Itu terlihat dari pertanyaan yang disampaikan, seolah mereka ingin mengetahui seks secara lebih mendetail,” imbuhnya.

Usai penyampaian materi, kata dia, para murid diharuskan membuat replika tubuh manusia berbahan lilin atau malam. Ini agar mereka bisa merawat dan menjaga dirinya sendiri, sehingga terhindar dari kekerasan seksual.

Selain itu, sekolah yang beralamatkan di Jalan Hayam Wuruk, Kelurahan Sempusari ini juga mengulas pendidikan seks untuk murid kelas A di luar kegiatan birontal. Hanya saja, pemaparannya tak segamblang seperti yang disampaikan untuk siswa kelas B.

Eliyawati, salah seorang wali murid di TK tersebut, mengaku mendukung langkah sekolah untuk memberikan pengetahuan seksual pada siswa. Karena menurut dia, dalam masa pertumbuhan, anak-anak harus dihindarkan dari perilaku buruk.

“Saya sepakat anak TK mendapatkan pendidikan seks di sekolah. Karena hal itu mampu mencegah anak dari tindak kejahatan seksual,” ungkapnya. (*)

Reporter : Winardyasto

Fotografer : Winardyasto

Editor : Mahrus Sholih