Lebaran Usai, Gym Laris Manis

BAKAR LEMAK: Muh Farhan, instruktur yang juga atlet binaraga Bondowoso saat menunjukkan gerakan-gerakan untuk menaikkan masa otot dan sekaligus membakar lemak.

BONDOWOSO RADAR JEMBER.ID – Usai Lebaran, banyak orang justru mengeluhkan berat badan yang bertambah. Diduga penyebabnya karena hidangan Lebaran yang berlimpah. Padahal, sebelumnya mereka sudah menjalani puasa selama sebulan penuh.

IKLAN

Kan kalau Lebaran kita ada tradisi berkunjung ke kerabat-kerabat atau rekan. Di situ kan di beri sajian yang banyak mengandung santan berlemak. Seperti lontong kare atau daging-daging gitu. Mau tidak mau kita kan harus menyantapnya sebagai penghormatan,” ujar Nindy, salah satu warga Bondowoso.

Namun tradisi selama beberapa hari itu rupanya “sukses” menambah berat badan bagi sebagian orang. “Apalagi kalau puasa kan kita males olahraga,” lanjut Nindy.

Tak mau sekadar mengeluh, Nindy pun kembali giat berolahraga sebagai upaya untuk menurunkan berat badan. Salah satu upaya yang ditempuh adalah pergi ke pusat kebugaran atau gym untuk berolahraga secara intensif. Ramainya pusat olahraga setelah momen Lebaran diakui juga oleh Muhammad Farhan, salah seorang instruktur fitness di salah satu pusat kebugaran yang ada di pusat Kota Bondowoso.

“Memang selesai puasa, aktivitas gym mulai padat. Tetapi tetap kita sarankan agar tidak langsung olahraga berat dulu, karena biasanya mereka waktu puasa tidak berolahraga. Jadi, jedanya lumayan lama,” ujar pria yang juga pengurus Persatuan Angkat Besi, Angkat Berat, dan Binaraga Seluruh Indonesia (PABBSI) Bondowoso ini.

Selain gerakan-gerakan pemanasan yang menjadi rutinitas sebelum beraktivitas di gym, olahraga, terutama beban berat, biasanya disarankan setelah menjalani olahraga setidaknya selama 2 hingga 3 hari. “Jadi, menyesuaikan dulu dari awal, dengan gerakan-gerakan ringan,” jelas Farhan.

Untuk membakar lemak, terutama di bagian perut yang banyak dikeluhkan orang, gerakan yang amat dianjurkan adalah sit up. Selain itu, treadmill atau peralatan lari di tempat, serta sepeda statis juga menjadi pilihan lain untuk membakar lemak. “Paling penting juga harus diimbangi dengan mengatur pola makan,” papar Farhan.

Pengaturan pola makan sangat dianjurkan dengan mengubah jadwal makan menjadi dua kali dalam sehari. Untuk mencegah lapar, terutama di malam hari, bisa dilakukan konsumsi protein dan buah-buahan pada sore hari. “Jadi, makan nasinya cukup dua kali sehari. Sorenya makan protein yang bisa didapat dari tahu, tempe, dan telur. Juga buah-buahan,” papar Farhan.

Upaya membakar lemak di pusat kebugaran atau fitness juga bisa dibarengi dengan membentuk masa otot. Ini terutama banyak dilakukan pria, sehingga terlihat kekar. “Main di repetisi dan setnya, sehingga bisa membakar lemak sekaligus memadatkan masa otot. Tetapi yang harus diperhatikan, harus hati-hati dalam mengukur kemampuan beban serta gerakan harus pas. Ini untuk menghindari cedera,” pungkas Farhan. (*)

Reporter : Adi Faizin

Fotografer : Adi Faizin

Editor : Narto