APRI Minta Dugaan Kebocoran Diusut

LUMAJANG RADAR JEMBER.ID – Banyak pihak yang merespons sidak di jembatan timbang kemarin malam. Salah satunya adalah dari DPC Asosiasi Penambang Rakyat Indonesia (APRI) Lumajang. Mereka berharap sidak bukan sekadar pencitraan. Tetapi pada substansinya, yakni pada pengusutan kebocoran dan legalitas. Jika dipandang tidak benar, mereka berharap bisa ditutup.

IKLAN

Banyak kalangan memang yang menjadikan sidak tersebut sebagai bahan obrolan. Ada yang bilang hanya sebatas pencitraan, ada juga yang berkesimpulan tidak akan ada solusi. Ujung-ujungnya mentah seperti yang dulu-dulu.

Namun, dari asosiasi yang notabene menjadi payung penambang ini memilih pada penyelesaian akar masalah. “Seharusnya tidak hanya jadi lembaga entertainment, tetapi pada substansi. Tidak hanya menyoal kop surat yang dipalsu. Kalau itu ilegal, ya kenapa tidak langsung ditutup saja,” jelas Al Mas’udi, sekretaris DPC APRI.

Dia menegaskan, langkah kemarin malam bukan terjebak pada pencitraan bupati. Melainkan menyangkut tanggung jawab kepala daerah pada hak masyarakat. Di antaranya hak dari jasa timbang. “Jika setahun disetor 1,5 miliaran, sedangkan sehari dapat 40 jutaan, berarti ada kebocoran. Bertahun-tahun kok dibiarkan,” ungkapnya. (*)

Reporter : Hafid Asnan

Fotografer : Hafid Asnan

Editor : Hafid Asnan